ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sensus Pertanian 2023 Jadi Rujukan Penyusunan Kebijakan Strategis

Rabu, 14 Juni 2023 | 12:12 WIB
A
IC
Penulis: Antara | Editor: CAH
Ilustrasi pertanian.
Ilustrasi pertanian. (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com - Sensus Pertanian 2023 menjadi yang ketujuh kalinya dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di Indonesia. Sensus ini dimulai pada tanggal 1 Juni 2023 dan akan berlangsung hingga 31 Juli 2023.

Tujuan dari sensus ini adalah untuk mencatat data pertanian di seluruh Indonesia secara komprehensif, termasuk data pelaku usaha pertanian, struktur demografi petani, statistik geospasial pertanian, luas lahan pertanian, dan informasi lainnya.

Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto pun berharap pelaksanaan Sensus Pertanian 2023 mampu memberikan gambaran komprehensif terkait kondisi pertanian di Tanah Air sampai wilayah terkecil. Data hasil ST2023 juga digunakan sebagai kerangka sampel survei pertanian dan sebagai tolok ukur statistik pertanian yang ada saat ini.

"Yang terpenting, data Sensus Pertanian diharapkan mampu menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan strategis sektor pertanian, sehingga meningkatkan kualitas desain kebijakan yang diformulasikan," tegas Atqo dalam kesempatan Apel Siaga Sensus Pertanian.

ADVERTISEMENT

Menurutnya data yang dikumpulkan melalui  Sensus Pertanian 2023 akan digunakan untuk meningkatkan kualitas desain kebijakan di sektor pertanian. Dari data tersebut akan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan strategis seperti penyaluran pupuk bersubsidi, penyediaan basis data usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor pertanian, serta perencanaan nasional di sektor pertanian dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode tahun 2025-2029.

"Selain itu, Sensus Pertanian juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas data pertanian nasional dengan menyediakan kerangka sampel pertanian yang mutakhir, sebagai tolok ukur dan rekonsiliasi data pertanian yang ada, serta sebagai dasar untuk penyempurnaan tata kelola data pertanian nasional," tambah Atqo.

Untuk menjalankan sensus ini, BPS telah mendatangkan sebanyak 196.000 petugas sensus di seluruh Indonesia. Petugas sensus ini akan mendatangi pelaku usaha pertanian, baik itu petani perorangan, perusahaan pertanian berbadan hukum, maupun kelompok tani. Petugas sensus akan mengenakan atribut resmi berupa topi berlogo Sensus Pertanian, tanda pengenal, dan dilengkapi surat tugas dari BPS.

Bagi perusahaan pertanian, BPS akan mengirimkan tautan pengisian kuesioner Sensus Pertanian melalui pesan WhatsApp (WA) untuk diisi secara mandiri. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, dapat menghubungi BPS kabupaten/kota setempat atau nomor call center Sensus Pertanian yang tersedia.

Kerahasiaan data dan jawaban responden akan dilindungi sesuai dengan Undang-Undang Statistik Nomor 16 Tahun 1997. Oleh karena itu, diharapkan para pelaku usaha pertanian dapat menerima kedatangan petugas sensus dengan memberikan jawaban yang benar dan jujur, sehingga dapat membantu mewujudkan data yang akurat.

Partisipasi dalam Sensus Pertanian ini sangat penting untuk mencapai kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Dukungan dari semua pihak, termasuk pelaku usaha pertanian, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak lainnya sangat diharapkan dalam menyukseskan pelaksanaan sensus ini.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mengenal Sensus Penduduk, Pertanian, Ekonomi sebagai Fondasi Data BPS

Mengenal Sensus Penduduk, Pertanian, Ekonomi sebagai Fondasi Data BPS

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon