Mengenal Sensus Penduduk, Pertanian, Ekonomi sebagai Fondasi Data BPS
Jumat, 14 November 2025 | 18:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia tidak dapat berkembang tanpa fondasi data yang kuat. Di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan demografi yang terus berubah, Badan Pusat Statistik (BPS) hadir sebagai lembaga yang memastikan negara selalu memiliki informasi akurat untuk perencanaan pembangunan.
Melalui berbagai kegiatan sensus dan survei, BPS menyediakan data terpercaya yang menjadi rujukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat umum.
Kehadiran sensus sebagai pilar utama kerja BPS menjadikan lembaga ini sangat penting dalam menjaga arah pembangunan tetap terukur dan berkelanjutan.
Peran BPS juga mendapat landasan hukum yang jelas. Salah satu regulasi penting adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus, yang menetapkan bahwa sensus harus dilaksanakan sedikitnya sekali dalam sepuluh tahun.
Keberadaan aturan tersebut memastikan adanya pembaruan data secara berkala sehingga pemerintah memiliki informasi terkini saat mengambil kebijakan strategis.
Melalui metodologi yang terstandar, BPS memastikan setiap data yang dihasilkan tidak hanya akurat tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan berbagai kegiatan sensus yang mencakup sektor kependudukan, pertanian, hingga ekonomi, BPS menjadi tulang punggung sistem statistik nasional.
Setiap sensus memiliki tujuan dan fokus berbeda, tetapi semuanya saling melengkapi untuk menggambarkan kondisi Indonesia secara menyeluruh. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut penjelasan lengkap tentang ketiga sensus besar tersebut.
Apa Itu Sensus Penduduk?
Sensus penduduk adalah kegiatan penghitungan seluruh penduduk Indonesia yang dilakukan oleh BPS, meliputi warga negara Indonesia dan warga negara asing yang tinggal di wilayah NKRI serta mereka yang berada di perwakilan Indonesia di luar negeri.
Sensus ini dilaksanakan setiap tahun berakhiran angka nol (0), dan selama ini dilakukan dengan metode pencacahan langsung ke rumah tangga.
Sensus Penduduk 2020 menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya menerapkan metode kombinasi (combined method). BPS memadukan data registrasi penduduk (de jure) yang diisi secara mandiri dengan pencacahan lapangan (de facto).
Melalui pendekatan ini, penduduk dikelompokkan dalam tiga kategori, yakni de facto sesuai de jure, de facto berbeda dari de jure, serta kategori yang datanya tidak diketahui.
Pendekatan baru ini meningkatkan kualitas dan keselarasan data, sekaligus membantu mewujudkan Satu Data Kependudukan Indonesia. Data tersebut menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan.
Hasil sensus penduduk 2020 mencatat bahwa jumlah penduduk Indonesia mencapai 270.203.917 jiwa, terdiri atas 136.661.899 laki-laki dan 133.542.018 perempuan.
Apa Itu Sensus Pertanian?
Sensus pertanian merupakan kegiatan pencacahan menyeluruh terhadap petani, rumah tangga pertanian, dan perusahaan pertanian di seluruh Indonesia.
Sensus ini dilakukan setiap sepuluh tahun pada tahun berakhiran angka tiga (3). Fokus utamanya mencakup data terkait luas lahan, jenis tanaman yang diusahakan, serta karakteristik aktivitas pertanian pada periode tertentu.
Dengan cakupan data yang luas, sensus pertanian memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi pertanian nasional. Informasi tersebut dapat menunjukkan perkembangan, potensi, hingga tantangan sektor yang menjadi penopang pangan dan ekonomi Indonesia.
Contoh terbaru dapat dilihat pada sensus pertanian 2023 (ST2023). BPS mencatat 29.360.833 unit usaha pertanian di seluruh Indonesia.
Mayoritas merupakan usaha pertanian perorangan (UTP) dengan jumlah 29.342.202 unit atau 99,94 persen. Data ini menegaskan bahwa sektor pertanian Indonesia masih didominasi usaha skala kecil dan perorangan.
Selain memberikan data penting untuk pemerintah, hasil sensus pertanian juga menjadi basis berbagai survei lanjutan.
Informasi yang terkumpul menjadi acuan dalam mengevaluasi kebijakan, menetapkan prioritas pembangunan, serta merumuskan strategi untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku pertanian.
Apa Itu Sensus Ekonomi?
Sensus ekonomi adalah kegiatan pendataan menyeluruh terhadap seluruh unit usaha atau perusahaan nonpertanian di Indonesia.
BPS melaksanakan sensus ini setiap tahun berakhiran angka enam (6). Melalui sensus ini, berbagai informasi terkait aktivitas ekonomi, struktur usaha, dan dinamika sektor nonpertanian dikumpulkan secara menyeluruh.
Data dari sensus ekonomi memberikan gambaran penting mengenai kondisi faktual perekonomian nasional di luar sektor pertanian. Untuk informasi yang berkaitan dengan pertanian, BPS menyelenggarakan sensus pertanian secara terpisah.
Saat ini BPS sedang mempersiapkan sensus ekonomi 2026, yang akan mendata seluruh usaha nonpertanian di Tanah Air. Sensus ini memiliki nilai strategis karena hasilnya akan menunjukkan struktur perekonomian Indonesia secara detail, sekaligus memetakan peluang dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha dari berbagai skala, mulai dari mikro hingga besar.
Melalui data yang akurat, sensus ekonomi 2026 diharapkan turut memperkuat perencanaan kebijakan pembangunan ekonomi, terutama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Partisipasi masyarakat memegang peran besar dalam keberhasilan sensus ini. Tanpa dukungan dan keterlibatan aktif dari pelaku usaha maupun masyarakat umum, data yang diperoleh berpotensi kurang mencerminkan kondisi riil.
Untuk itu, BPS terus meningkatkan sosialisasi dan kampanye guna mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya sensus. Semakin lengkap dan representatif data yang dihimpun, semakin baik pula pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merancang program pembangunan dan layanan publik.
Melalui sensus penduduk, pertanian, dan ekonomi, BPS menjalankan perannya sebagai penyedia data terpercaya untuk pembangunan Indonesia. Ketiga sensus tersebut menjadi pilar penting yang memastikan pemerintah memiliki dasar kuat dalam menyusun kebijakan strategis.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




