Chatib Wanti-wanti Inflasi AS Berdampak ke Ekonomi Nasional
Selasa, 1 Agustus 2023 | 11:09 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan periode 2013-2014 Chatib Basri memproyeksi inflasi Amerika Serikat (AS) masih tinggi ke depan mengingat pasar tenaga kerja cukup ketat. Tingginya inflasi AS akan berdampak pada perekonomian nasional.
"Saya tidak akan terkejut jika The Fed masih menaikkan suku bunga mungkin 25 basis poin lagi ke 5,75 ini tentu akan berpengaruh kepada likuiditas global, perlambatan perekonomian global," kata ekonom senior saat dijumpai seusai acara Investor Daily Round Table di Kawasan GBK, Jakarta, Senin (31/7/2023).
Menurut Chatib, dampak tingginya suku bunga dapat menurunkan nilai ekspor dan investasi di Tanah Air. Dengan bunga yang masih relatif tinggi, ruang Bank Indonesia (BI) menurunkan bunga belum terbuka. "Ini punya dampak pada investasi sehingga ekspor kita mungkin akan kena, investasi juga," kata Chatib.
Selain itu, personal consumption juga turut berkurang akibat perlambatan perekonomian global. Chatib menilai bahwa salah satu cara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional adalah meningkatkan belanja pemerintah. "Kita melihat bahwa fiskal kita masih surplus sampai bulan Juni, ini sesuatu, mudah-mudahan pada second half 2023 belanjanya (pemerintah) bisa ditingkatkan sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Chatib.
Dikatakan Chatib, pemerintah dapat melakukan percepatan belanja pada triwulan III dan IV tahun 2023. Salah satunya dengan bantuan sosial (bansos). "Salah satu yang bisa dilakukan adalah bansos karena relatif lebih mudah dibandingkan dengan kementerian/lembaga (KL), tetapi K/L juga harus mempercepat proses handle-nya ," sebut Chatib.
Dia mengungkapkan, melihat pengalaman, belanja bansos itu selalu 100%. "Selalu," lanjut dia.
Chatib mengatakan porsi pemerintah pada pertumbuhan ekonomi relatif terbatas. Namun, semua sektor dan komponen yang bisa mendorong gross domestic product (GDP) harus didorong.
"Kan kita gak bicara mengenai, 'ah ini kecil enggak usah lah', kalau bisa ditingkatkan belanjanya lebih cepat ketika investasi slowdown, comsumption-nya melambat dan kemudian ekspornya turun, mau tidak mau harus belanja pemerintah (yang ditingkatkan)," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




