ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Abaikan Saran IMF, Perry Warjiyo Sebut BI Lebih Berpengalaman

Selasa, 22 Agustus 2023 | 15:47 WIB
AK
FH
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: FER
Perry Warjiyo.
Perry Warjiyo. (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, saat ini semua negara berkembang sedang menghadapi permasalahan trilema kebijakan.

Menurut Perry, kondisi itu terjadi karena adanya tiga hal yaitu dampak dari perekonomian global, stabilitas harga, dan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu BI fokus menjalankan bauran kebijakan atau policy mix untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Gunakan kebijakan moneter, tidak hanya menggunakan suku bunga, tapi juga kebijakan nilai tukar, dan kebijakan pasar keuangan. Kita tidak peduli dengan pernyataan IMF atau International Monetary Fund. Apa yang kita lakukan? Kami tahu anda (IMF, red) lebih pintar, tapi kami lebih berpengalaman," ucap Perry Warjiyo dalam acara ASEAN Fest 2023, di Jakarta, Selasa (22/8/2023).

ADVERTISEMENT

Perry mengatakan, ada beberapa negara yang menggunakan kebijakan terbatas dalam mengatasi permasalahan ekonomi. Misalnya Amerika Serikat melalui Bank Sentral Amerika Serikat yang menggunakan kebijakan suku bunga acuan untuk menurunkan inflasi.

"Tentu Amerika Serikat kesulitan menghadapi inflasi dengan satu kebijakan suku bunga, memakan waktu sangat lama, dan sekarang resesi," kata dia.

Perry menuturkan, BI berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lain terkait untuk mengatasi dampak gejolak perekonomian global terhadap perekonomian domestik.

Kebijakan moneter tersebut, dijalankan dengan stance pro stabilitas sedangkan kebijakan makroprudensial untuk stance pro pertumbuhan ekonomi.

"Kita tidak hanya berfokus pada framework pengendalian inflasi, tapi kita juga melengkapinya dengan kebijakan stabilitas nilai tukar. dalam beberapa aspek kita perlu capital outflow, tapi indonesia meminimalisir hal tersebut," tandasnya.

Selain itu, BI turut menjalankan langkah countercyclical melalui kebijakan makroprudensial. Perry mengatakan, ketika kondisi pinjaman terlalu tinggi, BI melakukan countercyclical namun tetap menjaga stabilitas dan inklusi sistem keuangan.

"Ini yang kami lakukan di Indonesia. Makanya mulai tahun ini dan tahun depan kebijakan kita membuat moneter pro-stabilitas. Mengatasi inflasi, stabilitas nilai tukar, pro stabilitas menggunakan komplemen suku bunga dengan kebijakan nilai tukar," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

IMF Peringatkan Serangan Siber AI Bisa Picu Krisis Keuangan Global

IMF Peringatkan Serangan Siber AI Bisa Picu Krisis Keuangan Global

OTOTEKNO
Indef: Optimisme Fiskal Harus Diiringi Konsolidasi Nyata

Indef: Optimisme Fiskal Harus Diiringi Konsolidasi Nyata

EKONOMI
Bertemu IMF dan World Bank, BI Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas

Bertemu IMF dan World Bank, BI Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas

EKONOMI
Perang Iran Enggak Ngaruh, Ekonomi China Kuartal I Tumbuh 5 Persen

Perang Iran Enggak Ngaruh, Ekonomi China Kuartal I Tumbuh 5 Persen

EKONOMI
Dana Asing Berpotensi Banjiri RI, IMF dan Investor Beri Sinyal Positif

Dana Asing Berpotensi Banjiri RI, IMF dan Investor Beri Sinyal Positif

EKONOMI
Purbaya Ungkap RI Jadi Sorotan Investor Global

Purbaya Ungkap RI Jadi Sorotan Investor Global

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon