ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penjualan Tertekan, Onemed Kehilangan Laba 12,61 Persen Jadi Rp 110 Miliar

Selasa, 29 Agustus 2023 | 11:38 WIB
ZS
WP
Penulis: Zsazya Senorita | Editor: WBP
Illustrasi alat kesehatan. 
Illustrasi alat kesehatan.  (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) atau Onemed, perusahaan manufaktur alat kesehatan (alkes), pada semester I 2023 mencatat laba bersih Rp 110,61 miliar atau tergerus 12,61% dari semester I 2023. Turunnya penjualan menjadi pemicu tertekannya laba perusahaan. 

"Penjualan bersih melemah menjadi Rp 811,341 miliar dari Rp 813,43 miliar pada semester I 2022," kata Direktur Keuangan PT Onemed Eka Suwignyoo dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Investor Daily, Selasa (29/8/2023).

Sementara beban pokok penjualan dalam 6 bulan pertama tahun 2023 turun 0,55% (yoy) jadi Rp 547,38 miliar sehingga laba bruto Rp mencapai 263,95 miliar. Beban penjualan dan pemasaran Onemed sepanjang Januari-Juni 2023 naik 63,11% (yoy) jadi Rp 52,49 miliar.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, beban umum dan administrasi perusahaan naik 5% (yoy) jadi Rp 74,69 miliar. Ditambah beban operasi dan lain-lain sebesar Rp Rp 8,33 miliar, perseroan telah mengalami penurunan laba dari operasi 22,74% (yoy) menjadi Rp 128,43 miliar.

Dilihat dari total aset, perseroan memiliki sumber kekayaan sebanyak Rp 2,4 triliun per 30 Juni 2023, berkurang dari Rp 2,5 triliun pada akhir 2022. Total aset sepanjang semester pertama ini, terdiri atas aset lancar Rp 1,98 triliun dan jumlah aset tidak lancar Rp 421,03 miliar.

Pada perbandingan periode yang serupa, Onemed masih membukukan tanggung jawab keuangan (liabilitas) senilai total Rp 309,1 miliar, terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp 115,89 miliar dan liabilitas jangka panjang Rp 193,2 miliar. Jumlah liabilitas ini berkurang dari posisi 31 Desember 2022 yang sebanyak Rp 437,89 miliar.

Manajemen menjelaskan, penurunan total liabilitas lebih dari 20% atau lebih tepatnya sebesar 29,41%, salah satunya dipengaruhi penurunan utang usaha pihak berelasi sebesar Rp 95,94 miliar.

Di sisi lain, perseroan memiliki total ekuitas Rp 2,09 triliun per 30 Juni 2023, naik dari Rp 2,06 triliun pada akhir tahun lalu.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT