Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 41 Bulan Beruntun
Senin, 16 Oktober 2023 | 12:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Meskipun kinerja ekspor pada September 2023 menunjukkan tren penurunan, neraca perdagangan Indonesia masih tetap surplus. Hal ini karena nilai impor masih lebih rendah dibandingkan ekspor.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia pada September 2023 sebesar US$ 20,76 miliar atau turun 5,63% dibandingkan Agustus 2023. Sedangkan nilai impor mencapai US$ 17,34 miliar atau turun 8,15%. Dari hasil ini, neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 3,42 miliar, lebih baik dibandingkan Agustus 2023 yang mencapai US$ 3,12 miliar.
"Neraca perdagangan barang pada September 2023 kembali surplus, ini artinya sudah 41 bulan berturut-turut mengalami surplus sejak Mei 2020," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers neraca perdagangan September 2023, Senin (16/10/2023).
Amalia menyampaikan, surplus ini terutama ditopang dari sektor nonmigas sebesar US$ 5,34 miliar, tetapi tereduksi oleh defisit sektor migas sebesar US$ 1,92 miliar.
Tiga negara penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia pada September 2023 adalah Amerika Serkat, Tiongkok, dan Filipina. Sedangkan tiga negara penyumbang defisit terdalam adalah Australia, Thailand, dan Brasil.
Secara kumulatif, surplus neraca perdagangan hingga September 2023 mencapai US$ 27,75 miliar. Nilai ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai US$ 39,85 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




