Dompet Dhuafa Targetkan Rp 88 Miliar dari Zakat Ramadan
Rabu, 17 Juli 2013 | 21:30 WIB
Jakarta - Dompet Dhuafa menargetkan penghimpunan zakat, infak, dan wakaf sebesar Rp 88 miliar pada Ramadan tahun ini. Direktur Sumber Daya Dompet Dhuafa M Thoriq Helmi merasa optimis target tersebut dapat terealisasi, meski cukup sulit lantaran berbarengan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Tahun lalu kami bisa tembus lebih dari Rp 50 miliar. Walaupun target tahun ini tidak mudah, tapi pasti ada keajaiban yang terjadi. Dalam konteks ini kami selalu belajar dari pengalaman tahun lalu, di mana saat Ramadan orang-orang semakin banyak yang menginfakkan hartanya. Hari ini saja kenaikannya sudah 12 persen," kata M Thoriq di Jakarta, Rabu (17/7) malam.
Dana yang terhimpun, lanjut Thoriq, akan dialokasikan untuk program-program utama Dompet Dhuafa. "Kami akan mengalokasikan untuk empat program utama yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi mikro dan juga bencana alam," jelas Thoriq.
Thoriq menambahkan bahwa pada tahun ini pihaknya menargetkan donasi sebesar Rp 240 miliar. Untuk memudahkan masyarakat dalam memberikan donasinya, Dompet Dhuafa akan bekerjasama dengan PT Nusa Satu Inti Artha (DOKU) meluncurkan Dompet Dhuafa Easy Payment, layanan mobile application untuk sistem pembayaran donasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
"Pada Ramadan ini, Dompet Dhuafa juga memiliki banyak program untuk menjangkau orang-orang yang selama ini tidak terperhatikan. Kami memiliki program 'Historia Tanah Dipijak', yaitu sebuah program yang memberikan santunan kepada orang miskin, terutama penggali kuburan, penjaga rel kereta, pembersih kali, dan orang-orang yang selama ini tidak terperhatikan," terang Thoriq.
Ada juga program "Pasar Berkah" yang menyediakan sembako untuk masyarakat. "Sembako ini kami berikan cuma-cuma, tapi ada kontribusi sedekahnya untuk mendanai program lain. Jadi selain mendapatkan sembako yang baik, mereka juga kita ajak untuk ikut berinfak," jelas dia.
"Program ini diselenggarakan di 25 provinsi. Kami memang belum sampai Papua, tapi kami sudah ada di seluruh Sumatra, Jawa, hingga Makasar," jelas Thoriq.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




