ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hipmi Sarankan Klaster Industri untuk Optimalkan Kebijakan Libur Panjang dan Cuti Bersama

Kamis, 23 Mei 2024 | 16:00 WIB
TP
R
Penulis: Teguh Adi Prasetyo | Editor: RZL
Sejumlah wisatawan di hari terakhir libur Lebaran, menikmati suasana kawasan Kota Tua di Jakarta, Senin, 15 April 2024.
Sejumlah wisatawan di hari terakhir libur Lebaran, menikmati suasana kawasan Kota Tua di Jakarta, Senin, 15 April 2024. (B Universe Photo/Joanito de Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Anggawira, mengusulkan perlunya kajian mendalam mengenai penerapan libur panjang dan cuti bersama di Indonesia. Menurutnya, tidak semua sektor industri dapat menerapkan kebijakan ini dengan efektif.

Ia menyarankan agar kebijakan tersebut diterapkan berdasarkan klaster industri untuk memastikan sesuai dengan kebutuhan dan efektivitas operasional masing-masing sektor.

"Saran dari kami, dibuat klaster industri, jadi masing-masing industri bisa membuat kebijakan terkait penerapan libur panjang ini. Mungkin ada beberapa industri yang terdampak terkait produktivitas atau industri-industri lain yang bisa mendapatkan insentif saat adanya libur panjang," kata Anggawira kepada Beritasatu.com, Selasa (21/5/2024).

ADVERTISEMENT

Dengan pendekatan klaster industri, kebijakan libur panjang dan cuti bersama bisa disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan spesifik dari tiap-tiap sektor industri, sehingga memberikan manfaat maksimal tanpa mengganggu produktivitas.

Anggawira juga menyoroti sektor yang paling diuntungkan dari kebijakan libur panjang adalah sektor pariwisata. Dengan libur yang hampir mencapai satu bulan, sektor ini berpotensi besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan merangsang perekonomian lokal.

"Kebijakan libur panjang atau penggabungan dengan cuti bersama ini memiliki skala prioritas yang diberikan oleh pemerintah untuk mengoptimalkan beberapa industri, khususnya industri pariwisata. Sebab, jika liburnya pendek, sulit untuk mencapai daerah pariwisata tertentu," tambahnya.

Sebagai alternatif, Anggawira mengusulkan penerapan sistem kerja hybrid untuk beberapa sektor perusahaan. Dengan cara ini, tidak semua pekerja perlu hadir di kantor, memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar dan efisiensi dalam operasional perusahaan.

"Dengan era digitalisasi sekarang, pekerjaan bisa dilakukan di luar kantor. Dengan adanya libur panjang ini, di klaster industri tertentu bisa mengoptimalkan produktivitas karyawan," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon