ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

TPIA, GOTO, hingga MBMA Diborong Asing, Ini Prospeknya

Rabu, 29 Mei 2024 | 12:30 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi IHSG.
Ilustrasi IHSG. (Antara/Hafidz Mubarak A)

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah saham, seperti PT Chandra Asri Pasific Tbk (TPIA), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) diborong investor asing pada perdagangan Selasa (28/5/2924). 

TPIA menguat 2,54% ke level Rp 9.075 dengan transaksi Rp 407,5 miliar, GOTO menanjak 5,71% ke Rp 74 dengan total transaksi Rp 330,2 miliar, dan MBMA melejit 8,06% ke level Rp 670 dengan transaksi Rp 87,9 miliar. 

Lantas bagaimana prospek ketiga emiten tersebut?

ADVERTISEMENT

Head of Investment Infovesta Utama, Wawan Hendrayana membeberkan GOTO sudah merampungkan konsolidasinya dengan melepas Tokopedia kepada TikTok. Hal ini membuat investor kembali berhitung prospek saham tersebut.

“Seperti apa prospek GOTO kalau hanya fokus pada bisnis intinya saja dan sudah tidak ada bisnis marketplace? Ada beberapa analisis yang mengharapkan ini akan menjadi katalis positif, yang membuat harga GOTO bisa naik,” ungkap Wawan Hendrayana dalam Investor Market Opening IDTV, Rabu (29/5/2024).

Sementara untuk TPIA, dikatakan Wawan, karena masih satu grup dengan PT Barito Renewables Energy (BREN) milik taipan Prajogo Pangestu sehingga ketika ada saham yang diburu investor asing akan mendapatkan katalis positif.

“Mereka masuk ke saham-saham yang sekarang cenderung apresiasinya tinggi, seperti saham BREN lalu PT Amman Mineral Internasional Tbk
(AMMN) karena ekspektasinya adalah saham-saham ini akan masuk ke indeks MSCI sehingga akan dibeli oleh hedge fund asing. Ini yang membuat saham-saham ini naik,” jelas dia.

Namun, lanjut Wawan, dari sisi tren tahun ini asing lebih cenderung outflow mengantisipasi pergeseran ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Harapan pemangkasan FFR yang semula dua hingga tiga kali, sekarang menurun hanya satu kali atau bahkan tidak ada sama sekali.  

“Bahkan sudah ada yang mengantisipasi sepertinya tahun ini tidak ada penurunan, mungkin baru di Juni tahun depan. Ini yang menjadi katalis negatif yang mendorong asing keluar,” tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Chandra Asri Cetak Laba Bersih US$1,4 Miliar, Siap Bidik Rekor di Q1-2026

Chandra Asri Cetak Laba Bersih US$1,4 Miliar, Siap Bidik Rekor di Q1-2026

EKONOMI
TPIA Perkokoh Dominasi Energi, Kimia, dan Infrastruktur di Asia Tenggara

TPIA Perkokoh Dominasi Energi, Kimia, dan Infrastruktur di Asia Tenggara

EKONOMI
Chandra Asri Umumkan Rencana Pembelian Kembali Saham hingga Rp 2 Triliun

Chandra Asri Umumkan Rencana Pembelian Kembali Saham hingga Rp 2 Triliun

EKONOMI
Chandra Asri Group Raih Penghargaan Industri Hijau 2025, Bukti Komitmen Dekarbonisasi dan Ekonomi Sirkular

Chandra Asri Group Raih Penghargaan Industri Hijau 2025, Bukti Komitmen Dekarbonisasi dan Ekonomi Sirkular

EKONOMI
Bidik Dana Rp 2,4 Triliun, Anak Usaha Prajogo Pangestu Siap IPO

Bidik Dana Rp 2,4 Triliun, Anak Usaha Prajogo Pangestu Siap IPO

EKONOMI
TPIA Ganti Direksi dan Bagi Dividen dari Laba Lama

TPIA Ganti Direksi dan Bagi Dividen dari Laba Lama

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon