Menpar Widiyanti Targetkan 14 Juta Kunjungan Wisman
Kamis, 31 Oktober 2024 | 14:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hingga akhirnya 2024 sebanyak 14 juta wisman. Target ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing sektor pariwisata Indonesia di tingkat global.
Selain itu, Widiyanti juga menekankan pentingnya menarik wisatawanyang lebih berkualitas atau high quality tourists. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata akan lebih aktif dalam mempromosikan destinasi wisata unggulan Indonesia ke luar negeri.
“Kita ada target 5 tahun berikutnya, tentu kita akan promosikan lebih ke high quality tourist. Menggalakkan promosi ke luar negeri lebih banyak lagi,” kata Widiyanti di kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2024).
Widiyanti juga menyadari, untuk mencapai target tersebut, penting untuk mengatasi isu-isu strategis terkait aksesibilitas, terutama harga tiket transportasi, khususnya untuk penerbangan yang masih tergolong mahal. Hal ini menjadi tantangan dalam menarik wisatawan, baik dari luar negeri maupun domestik.
“Mengenai aksesibilitas transportasi dan harga tiket yang terjangkau, kita harus bersama-sama atasi dengan kementerian atau lembaga dan pihak lainnya supaya wisman dan wisnus bisa berwisata di Indonesia dengan lebih murah,” kata Widiyanti.
Kementerian Pariwisata juga akan melanjutkan program pengembangan "5 Destinasi Super Prioritas" di Indonesia. Program ini fokus pada pengembangan destinasi Borobudur, Likupang, Mandalika, Danau Toba, dan Labuan Bajo sebagai unggulan utama pariwisata Indonesia.
"Dahulu ada 10 destinasi prioritas, tetapi sekarang diturunkan menjadi lima super prioritas supaya lebih terfokus, lebih konsentrasi, dan lebih efektif," ujar Widiyanti.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




