ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

China Buka Peluang Bagi Pengusaha Indonesia Saat Perang Dagang

Sabtu, 19 April 2025 | 07:08 WIB
AF
AD
Penulis: Alfida Rizky Febrianna | Editor: AD
Eskalasi perang dagang antara AS dan China dapat mengancam keamanan global
Eskalasi perang dagang antara AS dan China dapat mengancam keamanan global (Unsplash/Markus Winkler)

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah ketegangan ekonomi global akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, pengusaha hingga pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat kerja sama perdagangan dengan mitra global.

Peluang tersebut terwujud dalam upaya pengusaha China melalui Dewan China untuk Promosi Perdagangan Internasional (China Council for the Promotion of International Trade/CCPIT) yang akan akan menggelar pameran dagang internasional China International E-commerce Industry Expo (CIEIE) 2025 di JIExpo Kemayoran Jakarta, pada 3-5 September 2025.

Direktur Perdagangan dan Promosi Investasi CCPITCSC Jason Xiong menyampaikan, di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini, banyak pelaku usaha industri China mencari pasar baru dan rantai pasok yang lebih aman. Indonesia, dengan pasar yang besar, sumber daya yang kaya, dan pertumbuhan e-commerce yang pesat, muncul sebagai salah satu opsi utama.

ADVERTISEMENT

"Kami berkomitmen untuk melacak kemajuan kemitraan yang terbentuk selama acara dan memberikan dukungan tambahan untuk memastikan kesuksesan bisnis jangka panjang," ungkap Jason, dalam keterangan resmi, Jumat (18/4/2025).

Dia menjelaskan, pameran dagang ini bukan sekadar etalase produk, melainkan wadah untuk mempertemukan produsen, distributor, dan pelaku usaha dari berbagai negara.

"Bagi UMKM dan pengusaha Indonesia, inilah kesempatan untuk memperluas pasar, menjalin kemitraan teknologi, dan meningkatkan daya saing produk lokal di tengah kompetisi global," tuturnya saat tensi perang dagang meningkat.

Dalam kesempatan ini, pihaknya akan memfasilitasi pengusaha dan UMKM lokal yang berpartisipasi dalam pameran ini. Dukungan tersebut mencakup akses ke mitra dagang China, peluang business matching, serta informasi terkini seputar tren produk global.

Dia berujar, Indonesia dinilai menjadi mitra dagang alternatif yang stabil, ramah investasi, dan potensial. Di saat negara besar saling menutup diri, Indonesia justru membuka pintu.

Adapun kategori utama dalam pameran ini mencakup:
1. Ecommerce Product Sourcing Exhibition
2. Consumer Electronics and Appliances Exhibition
3. Indonesia Refrigeration and Cold Chain Exhibition
4. Indonesia Agriculture Machinery and Techniques Exhibition
5. China Machinery and Electronic Brand Show

Oleh karenanya, dengan strategi yang tepat dan kesiapan pelaku usaha dalam memanfaatkan momentum perang dagang, Indonesia berpotensi menjadi simpul baru perdagangan internasional di tengah pergeseran arah ekonomi dunia. 
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Trump Ancam Naikkan Tarif Otomotif Uni Eropa Jadi 25 Persen

Trump Ancam Naikkan Tarif Otomotif Uni Eropa Jadi 25 Persen

EKONOMI
China Sebut Putusan MA Amerika Serikat Soal Tarif Trump Sinyal Positif

China Sebut Putusan MA Amerika Serikat Soal Tarif Trump Sinyal Positif

EKONOMI
Ancaman AS Ambil Alih Greenland Picu Isu Perang Dagang

Ancaman AS Ambil Alih Greenland Picu Isu Perang Dagang

EKONOMI
Akhir Negosiasi Trump dengan Xi Jinping, Siapa yang Paling Untung?

Akhir Negosiasi Trump dengan Xi Jinping, Siapa yang Paling Untung?

INTERNASIONAL
Trump Naikkan Tarif 10 Persen untuk Kanada gara-gara Iklan Reagan

Trump Naikkan Tarif 10 Persen untuk Kanada gara-gara Iklan Reagan

INTERNASIONAL
Perang Tarif AS–China Makin Sengit, Ekonomi Global Terancam Melambat

Perang Tarif AS–China Makin Sengit, Ekonomi Global Terancam Melambat

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon