ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia Optimistis Jadi Anggota Penuh OECD dalam 4 Tahun

Kamis, 5 Juni 2025 | 10:02 WIB
AS
AD
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: AD
Airlangga Hartarto (Kiri) Menko Bidang Perekonomian, dan Mohamad Omar (Kanan) Duta Besar RI untuk Prancis merangkap Andorra, Monako, dan UNESCO, dalam konferensi pers secara daring setelah Ministerial Council Meeting (MCM) OECD di Paris, Rabu 4 Juni 2025.
Airlangga Hartarto (Kiri) Menko Bidang Perekonomian, dan Mohamad Omar (Kanan) Duta Besar RI untuk Prancis merangkap Andorra, Monako, dan UNESCO, dalam konferensi pers secara daring setelah Ministerial Council Meeting (MCM) OECD di Paris, Rabu 4 Juni 2025. (Tangkapan Layar)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan optimisme bahwa Indonesia bisa menjadi anggota penuh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam waktu empat tahun.

Proses aksesi yang tengah berlangsung dinilai berjalan positif dan mendapat respons baik dari negara-negara anggota OECD.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, meskipun proses aksesi biasanya memakan waktu lebih dari lima tahun, Indonesia menargetkan bisa menyelesaikannya dalam empat tahun.

ADVERTISEMENT

“Ya, terkait dengan waktu itu Indonesia sendiri menargetkan waktu sekitar empat tahun dan sekarang sudah berproses satu tahun. Jadi tentunya dalam dua tahun ke depan itu technical review yang tentunya akan melibatkan berbagai kementerian dan Lembaga, akan lebih intensif lagi,” ujar Airlangga dalam konferensi pers secara daring setelah Ministerial Council Meeting (MCM) OECD di Paris, Rabu (4/6/20025).

Menurutnya, Indonesia sudah memenuhi sekitar 80% standar yang diharapkan OECD, berdasarkan penilaian internal lembaga tersebut.

“OECD kemarin mengatakan Indonesia papernya relatif cukup bagus kualitasnya dan mungkin sekitar 80% itu sudah line dengan standar yang diharapkan,” katanya.

Keanggotaan penuh OECD diyakini akan membawa manfaat strategis bagi Indonesia, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. OECD mewakili sekitar 75% perdagangan dunia dan merupakan sumber utama investasi langsung asing atau foreign direct investment (FDI).

“Maka 3/4 negara tersebut terbuka menjadi produk-produk terhadap produk-produk barang dan jasa dari Indonesia. Sehingga tentu ini membuat barang kita juga lebih kompetitif dan pasarnya lebih luas,” kata Airlangga.

Dengan kemajuan proses aksesi yang sejauh ini berjalan positif, pemerintah memandang peluang Indonesia untuk menjadi anggota penuh OECD dalam empat tahun ke depan sebagai sesuatu yang realistis. 

Pemerintah juga menilai bahwa keanggotaan penuh di organisasi ekonomi bergengsi tersebut akan memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan global serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk dalam negeri di tengah tantangan ekonomi dunia yang terus berubah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menko Airlangga Kawal Aksesi OECD dan Percepat Ratifikasi Kerja Sama dengan Uni Eropa

Menko Airlangga Kawal Aksesi OECD dan Percepat Ratifikasi Kerja Sama dengan Uni Eropa

INTERNASIONAL
Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi lewat Aksesi OECD

Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi lewat Aksesi OECD

EKONOMI
Jika Gabung OECD, Indonesia Tak Lantas Bersahabat dengan Israel

Jika Gabung OECD, Indonesia Tak Lantas Bersahabat dengan Israel

EKONOMI
Jika Jadi Anggota OECD, Standar Keuangan Indonesia Bakal Meningkat

Jika Jadi Anggota OECD, Standar Keuangan Indonesia Bakal Meningkat

EKONOMI
OJK: Standar Keuangan RI Akan Naik jika Resmi Jadi Anggota OECD

OJK: Standar Keuangan RI Akan Naik jika Resmi Jadi Anggota OECD

EKONOMI
Perangi Iklan Kerja Palsu ke Kamboja, Korsel Aktifkan Sensor Darurat

Perangi Iklan Kerja Palsu ke Kamboja, Korsel Aktifkan Sensor Darurat

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon