Harga Minyak Mentah Turun Tipis
Rabu, 11 Juni 2025 | 07:49 WIB
New York, Beritasatu.com - Harga minyak mentah turun tetapi masih berada pada level tertinggi dalam tujuh mingguan, seiring pasar menunggu hasil pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dengan China.
Analis mengatakan kesepakatan perdagangan antara negara dengan dua ekonomi terbesar di dunia tersebut dapat meningkatkan harga minyak dan mendukung pertumbuhan ekonomi global serta meningkatkan permintaan minyak.
Minyak mentah berjangka Brent turun 17 sen atau 0,3%, menjadi US$ 66,87 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 31 sen, atau 0,5%, menjadi US$ 64,98. Brent telah berada di level tertinggi sejak 22 April dan WTI di level tertinggi sejak 3 April.
Pembicaraan perdagangan antara AS dan China berlangsung selama dua hari penuh dan hingga malam di London. Kedua negara masih mencari kesepakatan pada kontrol ekspor yang saling bertentangan.
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan, pembicaraan dagang dengan pejabat China berjalan dengan baik. Dia pun berharap pembicaraan itu akan berakhir pada hari ke-2 meskipun tidak menutup kemungkinan diperlukan lebih banyak waktu.
Sementara itu, Bank Dunia memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global 2025 sebesar 0,4 poin menjadi 2,3%. Tarif yang ditetapkan Trump dan ketidakpastian yang meningkat menimbulkan hambatan yang signifikan bagi hampir semua negara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




