ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BPS Siap Dukung Reindustrialisasi Nasional Lewat Kolaborasi Data

Minggu, 6 Juli 2025 | 09:16 WIB
AS
AD
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: AD
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti saat mengikuti seminar Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bertema “Peran Insinyur dalam Membangun Kemandirian Teknologi dan Ketahanan Nasional” di ICE BSD, Tangerang, Sabtu 5 Juli 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti saat mengikuti seminar Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bertema “Peran Insinyur dalam Membangun Kemandirian Teknologi dan Ketahanan Nasional” di ICE BSD, Tangerang, Sabtu 5 Juli 2025. (Beritasatu.com/Ricki Putra Harahap)

Tangerang, Beritasatu.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar menyatakan kesiapan lembaganya dalam mendukung percepatan reindustrialisasi nasional melalui penyediaan data statistik yang lengkap dan kolaborasi lintas lembaga pembangunan. Hal itu disampaikannya dalam acara Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (5/7/2025).

Amalia menekankan pentingnya kebijakan pembangunan berbasis data atau data-driven policy untuk menjawab tantangan industrialisasi di Indonesia.

Menurutnya, sinergi antara BPS, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan PII merupakan langkah strategis agar proses reindustrialisasi tidak hanya berbasis asumsi, melainkan pada data dan kondisi nyata di lapangan.

ADVERTISEMENT

“Kami memiliki data statistik yang lengkap, komprehensif, dan kaya. Oleh karena itu, kami mengusulkan agar PII dapat segera menjalin kerja sama formal, baik dengan Bappenas maupun BPS,” kata Amalia.

Ia menambahkan, kolaborasi ini akan memperkuat rumusan teknis PII yang selaras dengan arah kebijakan nasional, khususnya yang difokuskan pada percepatan pertumbuhan ekonomi dan transformasi struktural melalui industrialisasi.

Amalia mencontohkan, data BPS dapat menjadi panduan dalam merancang kebijakan di berbagai wilayah, termasuk dalam pengembangan kawasan industri dan penguatan sektor manufaktur.

“Di beberapa provinsi, industrialisasi seperti hilirisasi terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga dua digit. Ini menunjukkan potensi besar jika kita bisa memperluas efek positifnya secara nasional melalui kebijakan berbasis data,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa dengan dukungan teknologi, inovasi, dan pemanfaatan data yang tepat, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengubah keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif.

“BPS siap memberikan dukungan teknis dan berbagi data untuk membantu PII dan Bappenas dalam menjalankan mandat reindustrialisasi yang saat ini diorkestrasikan langsung oleh menteri PPN,” pungkas Amalia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kabar Baik! Kesenjangan Gender di Indonesia Capai Level Terendah 2025

Kabar Baik! Kesenjangan Gender di Indonesia Capai Level Terendah 2025

MULTIMEDIA
Aceh Jadi Provinsi dengan Indeks Demokrasi Tertinggi di Sumatera

Aceh Jadi Provinsi dengan Indeks Demokrasi Tertinggi di Sumatera

NUSANTARA
Pengangguran RI Turun ke 7,24 Juta, Kota Besar Masih Bermasalah

Pengangguran RI Turun ke 7,24 Juta, Kota Besar Masih Bermasalah

MULTIMEDIA
Konsumsi Pemerintah Melejit 21,81 Persen, Ekonomi RI Kuartal I Gaspol!

Konsumsi Pemerintah Melejit 21,81 Persen, Ekonomi RI Kuartal I Gaspol!

MULTIMEDIA
Jumlah Penduduk Jakarta 10,72 Juta Jiwa, Mayoritas Milenial dan Gen Z

Jumlah Penduduk Jakarta 10,72 Juta Jiwa, Mayoritas Milenial dan Gen Z

JAKARTA
IKG Terendah, Tingkat Kesetaraan Gender di Jakarta Terbaik Nasional

IKG Terendah, Tingkat Kesetaraan Gender di Jakarta Terbaik Nasional

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon