ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AHY Siapkan Regulasi Baru Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Selasa, 29 Juli 2025 | 16:46 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Viral kereta cepat Whoosh G1044 relasi Tegalluar-Halim berhenti mendadak hingga terhambat perjalanannya, akibat adanya layang-layang yang menyangkut kepada jaringan listrik di Kilometer 123+ 900 Cigondewah, Bandung Kulon, Kota Bandung. Selasa (8/7/2025) sore kemarin.
Viral kereta cepat Whoosh G1044 relasi Tegalluar-Halim berhenti mendadak hingga terhambat perjalanannya, akibat adanya layang-layang yang menyangkut kepada jaringan listrik di Kilometer 123+ 900 Cigondewah, Bandung Kulon, Kota Bandung. Selasa (8/7/2025) sore kemarin. (Beritasatu.com/Aep)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah memastikan pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya akan berjalan sesuai rencana. Saat ini, kereta cepat baru terhubung hingga Bandung.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan Indonesia sedang menyiapkan kerangka regulasi baru terkait perluasan kereta cepat yang menghubungkan Jakarta, Bandung hingga ke Surabaya.

"Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi yang tegas untuk memperluas jalur kereta cepat Jakarta, Bandung hingga Surabaya," kata Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono seperti dilansir dari Antara, Selasa (29/7/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut AHY, arahan kepala negara bukan hanya sebatas perpanjangan jalur kereta cepat. Namun, lebih dari itu, ide ini mencerminkan visi untuk menghubungkan Pulau Jawa melalui mobilitas yang lebih cepat, bersih dan lebih terintegrasi. "Kunci dari visi ini adalah memperkuat koridor Bandung-Surabaya," ujarnya.

Dia mengatakan, apabila nantinya proyek kereta cepat Jakarta, Bandung dan Surabaya terwujud maka otomatis akan berdampak positif terhadap banyak aspek terutama perekonomian. Moda transportasi ini akan memangkas waktu perjalanan secara signifikan dan meningkatkan efisiensi.

"Tentu saja menghasilkan manfaat ekonomi dengan menghubungkan kota-kota, industri, dan pelabuhan di seluruh Pulau Jawa," kata dia.

Selain itu, pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur moda transportasi tidak hanya terfokus pada jalur darat. Namun juga meliputi transportasi udara maupun laut. Hal ini ditujukan agar konektivitas transportasi yang inklusif dapat diimplementasikan.

"Masa depan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia sangat bergantung pada seberapa baik kita mengintegrasikan sistem transportasi darat dan laut," ujarnya.

Menurutnya, saat ini sekitar 60% penduduk Indonesia tinggal atau bermukim di wilayah pesisir. Artinya, pembangunan maritim bukanlah hal yang sekunder namun menjadi sentral bagi pertumbuhan nasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Operasional Whoosh Terancam Gangguan Layang-layang dan Biawak

Operasional Whoosh Terancam Gangguan Layang-layang dan Biawak

JAWA BARAT
Viral Whoosh Berhenti Mendadak di Jalur Kopo, Ini Penjelasan KCIC

Viral Whoosh Berhenti Mendadak di Jalur Kopo, Ini Penjelasan KCIC

JAWA BARAT
Whoosh Jual 293.000 Tiket Sepanjang Lebaran 2026

Whoosh Jual 293.000 Tiket Sepanjang Lebaran 2026

EKONOMI
Whoosh Jual 178.000 Tiket Selama Mudik Lebaran

Whoosh Jual 178.000 Tiket Selama Mudik Lebaran

EKONOMI
Begini Cara Dapat Diskon Tiket Whoosh Rp 100.000 untuk Lebaran

Begini Cara Dapat Diskon Tiket Whoosh Rp 100.000 untuk Lebaran

EKONOMI
Soal Penyelesaian Utang Whoosh, Purbaya: Sudah Diputuskan

Soal Penyelesaian Utang Whoosh, Purbaya: Sudah Diputuskan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon