ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Defisit Perdagangan RI dengan China Capai US$ 10,69 Miliar

Jumat, 1 Agustus 2025 | 15:15 WIB
AK
AD
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: AD
China alami deflasi terbesar dalam 22 bulan.
China alami deflasi terbesar dalam 22 bulan. (AP/AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Indonesia mengalami defisit perdagangan terbesar dengan China pada Semester I 2025. Selama periode Januari hingga Juni 2025, ekspor ke China mencapai US$ 29,31 miliar, sementara impor mencapai US$ 40 miliar dan menghasilkan defisit senilai US$ 10,69 miliar.

“Indonesia mengalami defisit perdagangan dengan China sebesar US$ 10,69 miliar,” imbuh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, dalam konferensi pers di kantor BPS pada Jumat (1/8/2025).

Komoditas yang paling banyak menyumbang defisit dengan China adalah mesin dan peralatan mekanis beserta bagiannya (US$ 9,15 miliar), mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya (US$ 8,09 miliar), dan kendaraan beserta bagiannya (US$ 2,18 miliar).

ADVERTISEMENT

Selain itu, BPS mencatat defisit perdagangan Indonesia dengan Australia mencapai US$ 2,39 miliar, dengan nilai ekspor hanya senilai US$ 1,81 miliar dibandingkan impor sebesar US$ 4,2 miliar. 
Penyumbang utama defisit dengan Australia meliputi serealia (US$ 650 juta), bahan bakar mineral (US$ 650 juta), serta logam mulia dan perhiasan/permata (US$ 480 juta).

Defisit perdagangan dengan Brasil tercatat sebesar US$ 830 juta, dengan ekspor senilai US$ 1,14 miliar dan impor mencapai US$ 1,96 miliar.

Komoditas utama penyumbang defisit dengan Brasil adalah ampas dan sisa industri makanan (US$ 890 juta), gula dan kembang gula (US$ 310 juta), serta kapas (US$ 170 juta).

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia pada semester I 2025 mencapai US$ 135,41 miliar, sedangkan impor mencapai US$ 115,94 miliar.

Di antara komoditas nonmigas penyumbang defisit selama periode tersebut terdapat mesin dan peralatan mekanis (US$ 13,4 miliar), mesin dan perlengkapan elektrik (US$ 5,26 miliar), plastik dan barang dari plastik (US$ 3,72 miliar), instrumen optik, fotografi, sinematografi, serta alat medis (US$ 1,81 miliar), dan serealia (US$ 1,67 miliar).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekspor Inggris ke AS Anjlok 25 Persen Imbas Tarif Trump

Ekspor Inggris ke AS Anjlok 25 Persen Imbas Tarif Trump

EKONOMI
Tarif Trump 19 Persen, Surplus Neraca Dagang dengan AS Bakal Menyusut

Tarif Trump 19 Persen, Surplus Neraca Dagang dengan AS Bakal Menyusut

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon