ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Trump Perpanjang Penangguhan Tarif China Selama 90 Hari

Selasa, 12 Agustus 2025 | 10:01 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Trump menyatakan telah memerintahkan pengerahan kapal selam nuklir Amerika Serikat (AS) sebagai respons pernyataan dari Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev yang dinilai sangat provokatif.
Trump menyatakan telah memerintahkan pengerahan kapal selam nuklir Amerika Serikat (AS) sebagai respons pernyataan dari Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev yang dinilai sangat provokatif. (AP Photo//Mark Schiefelbein))

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menunda pemberlakuan tarif tinggi terhadap barang-barang asal China. Hal ini berdasarkan keterangan seorang pejabat Gedung Putih, yang mengatakan Trump menandatangani perintah eksekutif yang memperpanjang masa penangguhan tarif selama 90 hari.

Melansir CNBC International, Selasa (12/8/2025), penandatanganan dilakukan hanya beberapa jam sebelum masa jeda tarif berakhir pada Selasa. Dengan keputusan ini, batas waktu pemberlakuan tarif baru akan jatuh pada pertengahan November 2025.

Penundaan tersebut menjadi hasil yang telah diantisipasi dari perundingan perdagangan terbaru antara delegasi AS dan China yang berlangsung di Stockholm pada akhir Juli.

ADVERTISEMENT

Jika penangguhan tidak dilakukan, bea masuk AS terhadap produk asal China akan kembali naik ke level yang diberlakukan pada April lalu, ketika perang dagang kedua negara memanas. Saat itu, AS menaikkan tarif secara luas hingga 145% dan China membalas dengan tarif 125% terhadap barang asal AS.

Namun, ketegangan mulai mereda pada Mei setelah pertemuan di Jenewa, dengan kedua pihak sepakat menurunkan sebagian besar tarif. AS memotong tarifnya menjadi 30%, sementara China memangkas tarifnya menjadi 10%.

Perpanjangan masa jeda kali ini menjadi contoh terbaru dari kebijakan tarif Trump yang sering berubah secara mendadak, membuat dunia usaha sulit memprediksi arah kebijakan perdagangan AS.

Trump diketahui kerap memberlakukan tarif tinggi terhadap negara atau sektor tertentu, kemudian mengubah, mengurangi, atau bahkan membatalkannya dalam hitungan hari atau minggu.

Sebagai contoh, kebijakan tarif timbal balik yang diumumkan pada awal April sempat ditangguhkan beberapa kali sebelum akhirnya berlaku dalam bentuk yang telah dimodifikasi pada pekan lalu.

Selain soal tarif, Trump juga kembali menyoroti perdagangan komoditas dengan China. Dalam unggahan di platform Truth Social pada Minggu, ia meminta China untuk segera melipatgandakan empat kali lipat pembelian kedelai dari AS. Trump menilai langkah ini akan membantu menekan defisit perdagangan AS dengan China.

Pernyataan tersebut mendorong harga kedelai di Chicago naik pada perdagangan Senin. Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi apakah China akan memenuhi permintaan tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Penurunan Tarif AS ke China Bisa Tekan Daya Saing Ekspor Indonesia

Penurunan Tarif AS ke China Bisa Tekan Daya Saing Ekspor Indonesia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon