BPS Pastikan Pertumbuhan Ekonomi Dihitung Secara Akurat dan Komprehensif
Senin, 11 Agustus 2025 | 18:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan laporan yang disajikan kepada masyarakat, khususnya mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia telah melalui proses panjang yang dihitung dengan akurat dan komprehensif.
“Jadi tentunya data yang kami harus kumpulkan selalu data yang kompehensif dan kami pastikan datanya memang akurat,” ungkap Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam program BeritaSatu Spesial, yang akan disiarkan selengkapnya pada Senin (11/8/2025) pukul 20.00 WIB oleh BeritaSatu TV.
Seperti dilaporkan BPS pada Selasa (5/8/2025), pertumbuhan ekonomi mencapai 5,12% year on year (yoy) dan sebesar 4,04% quarter to quarter (qtq) pada kuartal II-2025. Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 5.947 triliun dan atas dasar harga konstan mencapai Rp 3.396,3 triliun pada kuartal II-2025.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,12% yoy itu terbilang di luar dugaan. Banyak ekonom memproyeksikan gejolak perekonomian global, daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, kontraksi di sektor manufaktur, serta belanja negara yang belum optimal akan menyeret pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 4,7–4,8% pada kuartal II-2025.
Namun laporan BPS menyatakan sebaliknya, konsumsi rumah tangga tumbuh menguat, kinerja ekspor pun tumbuh tinggi, konsumsi pemerintah mengalami perbaikan, termasuk produksi manufaktur yang tetap ekspansif. Ketua BPS menegaskan bahwa laporan pertumbuhan ekonomi yang disampaikan sesuai dengan fakta di lapangan.
“Dalam melihat kondisi manufaktur dan menentukan pertumbuhan dari PDB terutama, kami menggunakan data BPS yang saya katakan sangat kaya dan sangat intensif, serta komprehensif. Karena kami melakukan survei di 38 provinsi di Indonesia. Kami memiliki pegawai di seluruh Indonesia jumlahnya 20.454, mereka semua bergerak mengumpulkan data,” urai wanita yang akrab disapa Winny.

Dia menjelaskan, BPS tidak hanya mengumpulkan data dan lantas melaporkannya kepada publik. Dalam hal ini, BPS juga melakukan pengecekan ulang untuk menguji data yang diperoleh. Ini yang melandasi bahwa laporan yang tersaji menjadi lebih akurat.
“Jadi tentunya ada cross check atau check and recheck antara nasional provinsi, lalu kami terjemahkan di (tingkat) kabupaten/kota. Lalu balik lagi (diagregasi secara nasional). Ini tidak mudah menghitung PDB itu,” jelas Winny.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




