Seloroh Menkeu Purbaya: 2 Wamen Sudah Cukup, Irit Gaji Negara!
Rabu, 8 Oktober 2025 | 20:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai dua wakil menteri (wamen) yang membantunya sudah cukup untuk mengelola kompleksitas tugas di Kementerian Keuangan. Bahkan, ia sempat berkelakar struktur tersebut membuat pemerintah lebih hemat anggaran gaji pejabat.
“Kelihatannya akan seperti ini terus, dua wamen cukup. Irit gaji,” ujar Purbaya sambil tersenyum kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Pernyataan itu disampaikan seusai Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Anggito Abimanyu sebagai ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2025-2030. Sebelumnya, Anggito menjabat sebagai wakil menteri keuangan.
Dengan pelantikan tersebut, Purbaya kini dibantu dua wakil menteri yakni Thomas Djiwandono dan Suahasil Nazara. Adapun prosesi serah terima jabatan antara Anggito dan Purbaya di LPS dijadwalkan berlangsung malam ini. “Kalau enggak salah, malam ini di LPS,” kata Purbaya.
Saat ditanya soal pengganti Anggito, Purbaya mengaku tidak berencana mengajukan nama baru. Ia memilih mengambil alih langsung tugas-tugas yang sebelumnya diemban Anggito, termasuk urusan pajak dan bea cukai.
“Untuk sementara, saya pegang dua-duanya. Ada yang nanya soal pengganti, saya bilang, saya saja. Daripada pusing, mending langsung,” ujar Purbaya.
Selain Anggito, Presiden Prabowo juga melantik beberapa pejabat baru LPS, antara lain Farid Azhar Nasution sebagai wakil ketua, Doddy Zulverdi sebagai anggota dewan komisioner bidang program penjaminan dan resolusi bank, serta Ferdinan Dwikoraja Purba sebagai anggota dewan komisioner bidang program penjaminan polis.
Dua pejabat ex officio juga dilantik, yaitu Suminto dari Kementerian Keuangan dan Aida Suwandi Budiman dari Bank Indonesia. Seusai pelantikan, Anggito Abimanyu menjelaskan mandat baru LPS kini diperluas ke sektor asuransi, bukan hanya perbankan.
“LPS sekarang tak hanya menjamin simpanan bank, tetapi juga bisa menempatkan dana di asuransi yang masih kekurangan likuiditas, sesuai mandat baru,” ujar Anggito.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




