ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Industri TPT Diharapkan Bangkit, 2026 Bakal Menjadi Sunrise Industri?

Senin, 27 Oktober 2025 | 18:11 WIB
MF
AD
Penulis: Muhammad Farhan | Editor: AD
Aktivitas di pabrik garmen Pan Brothers
Aktivitas di pabrik garmen Pan Brothers (GlobeAsia Photo/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyebutkan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) akan bangkit dan tidak menjadi sunset industry.

Hal ini disampaikan Agus lantaran industri TPT terbukti terus tumbuh sejak triwulan IV 2024 hingga triwulan II 2025, dengan pertumbuhan di angka 5,39%, sehingga berkontribusi sebesar 0,98% terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia.

Sementara itu, salah satu perusahaan garmen berorientasi ekspor di Indonesia, PT Pan Brothers Tbk, menyebutkan pernyataan Menperin Agus Gumiwang benar adanya. Pernyataan ini disampaikan oleh Vice CEO PT Pan Brothers Tbk Anne Patricia Sutanto, bahwa industri TPT tidak akan pernah menjadi sunset industry.

ADVERTISEMENT

"Saya sebagai pelaku industri TPT lebih dari 25 tahun, kami selalu optimistis. Namun memang kita kadang-kadang tertutup oleh awan, tetapi dengan adanya pernyataan Pak Menperin, kami merasa ada dukungan dari pemerintah, " ujar Anne dalam program Investor Market Today Beritasatu TV, Senin (27/10/2025).

Anne mengungkapkan, kebangkitan industri TPT semakin terlihat nyata. Ia mengatakan hal ini dibuktikan dengan pasar global melihat industri TPT Indonesia memiliki potensi secara masif.

"Kami baru saja menghadiri Global Conference di Yogyakarta pekan lalu. Kebanyakan para tamu dari internasional itu factory visit ke Pan Brothers. Kita mau menunjukkan Indonesia itu stakeholder-nya itu masif di TPT," katanya.

Selain itu, Anne menjelaskan momentum saat ini juga tepat dikarenakan Indonesia menandatangani kerja sama kemitraan ekonomi komprehensif dengan Uni Eropa dan Kanada. Dalam hal tersebut, kerja sama yang dijalin tersebut dapat membuka peluang terbukanya pasar tekstil di negara-negara Uni Eropa dan Kanada.

"Kita memang menginginkan seluruh ekosistem industri TPT mulai dari hulu dan hilir yang masif dan bersama-sama memikirkan bagaimana kita growing together agar membangkitkan ekonomi bangsa kita," jelas Anne.

Diketahui sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, di tingkat dunia, Indonesia masuk dalam lima besar produsen tekstil paling efisien.

Misalnya di subsektor pemintalan benang, biaya produksi Indonesia mencapai US$ 2,71 per kilogram, lebih efisien daripada India, China, dan Turki, serta setara dengan Vietnam dan Bangladesh.

Sedangkan di subsektor pertenunan, Indonesia mencatat biaya US$ 8,84 per meter, salah satu yang terendah di dunia. Di sektor fabric finishing, biaya produksinya mencapai US$ 1,16 per meter, lebih rendah daripada sebagian besar pesaing regional.

“Angka-angka tersebut merupakan bukti daya saing global Indonesia dan bisa menjadi fondasi yang kuat bagi pertumbuhan di masa mendatang,” kata Menperin Agus Gumiwang dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (26/10/2025).
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tarif 0 Persen Industri TPT ke AS Selamatkan 4 Juta Pekerja RI

Tarif 0 Persen Industri TPT ke AS Selamatkan 4 Juta Pekerja RI

EKONOMI
Ekonom Minta Pemerintah Konsisten Tindak Impor Pakaian Bekas Ilegal

Ekonom Minta Pemerintah Konsisten Tindak Impor Pakaian Bekas Ilegal

EKONOMI
Menperin Tegaskan Industri TPT Tak Lagi Berstatus Sunset Industry

Menperin Tegaskan Industri TPT Tak Lagi Berstatus Sunset Industry

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon