ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Surplus Neraca Perdagangan RI Berlanjut Capai 64 Bulan Berturut-turut

Senin, 3 November 2025 | 12:27 WIB
AH
AD
Penulis: Akmalal Hamdhi | Editor: AD
Ilustrasi neraca dagang RI.
Ilustrasi neraca dagang RI. (Unsplash/CHUTTERSNAP)

Jakarta, Beritasatu.com - Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus pada September 2025, dengan nilai mencapai US$ 4,34 miliar. Catatan ini menandai surplus selama 64 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan surplus, September 2025 sedikit menurun dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar US$ 5,49 miliar, yaitu turun sekitar US$ 1,15 miliar. Namun, dibandingkan September 2024 yang sebesar US$ 3,18 miliar, surplus ini mengalami kenaikan US$ 1,16 miliar.

"Surplus neraca perdagangan pada September 2025 tercatat dari nilai ekspor sebesar US$ 24,68 miliar dan impor sebesar US$ 20,34 miliar," ucap Pudji pada konferensi pers BPS di Jakarta, Senin (3/11/2025).

ADVERTISEMENT

Pudji menambahkan surplus ini sebagian besar berasal dari komoditas nonmigas, yang mencapai US$ 5,99 miliar. Komoditas utama penyumbang surplus, antara lain lemak dan minyak hewani atau nabati (HS15), bahan bakar mineral (HS27), serta besi dan baja (HS72).

Sementara itu, perdagangan migas kembali mencatatkan defisit. Pada September 2025, defisit migas tercatat sebesar US$ 1,64 miliar, terutama dari minyak mentah dan produk turunannya.

Jika dilihat dari mitra dagang, selama Januari-September 2025, Indonesia mengalami surplus perdagangan terbesar dengan Amerika Serikat sebesar US$ 13,48 miliar, diikuti India sebesar US$ 10,45 miliar, dan Filipina sebesar US$ 6,54 juta.

Namun, defisit tercatat terjadi dengan China sebesar US$ 14,32 miliar, Australia US$ 4,01 miliar, dan Thailand US$ 1,29 miliar.

Secara keseluruhan, sepanjang Januari hingga September 2025, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 33,48 miliar, meningkat US$ 11,3 miliar dibanding periode yang sama pada 2024 sebesar US$ 22,18 miliar.

“Dengan demikian, Indonesia terus mencatat surplus neraca perdagangan selama 64 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ujar Pudji.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon