ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Emas Hari Ini 18 November Merosot Tertekan 2 Sentimen

Selasa, 18 November 2025 | 06:41 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Ilustrasi emas
Ilustrasi emas (AP Photo/Mark Baker)

Jakarta, Beritasatu.com - Harga emas turun signifikan pada perdagangan Senin (17/11/2025), dipicu penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta meredanya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve bulan depan.

Mengutip CNBC International, Selasa (18/11/2025), pelaku pasar kini menunggu rilis data ekonomi AS yang sebelumnya tertunda akibat penutupan pemerintahan, karena data tersebut diharapkan memberi petunjuk lebih jelas terkait arah kebijakan moneter.

Emas spot melemah 0,97% ke posisi US$ 4.039,82 per ons troi, sementara kontrak berjangka Desember turun lebih dalam, yakni 1,7% ke level US$ 4.024,50 per ons. Hingga Selasa (18/11/2025) pagi, harga emas masih terkoreksi sekitar 0,96% di kisaran US$ 4.044 per troi ons.

ADVERTISEMENT

Penguatan indeks dolar membuat emas yang memiliki harga mata uang dolar AS menjadi relatif lebih mahal bagi investor dengan mata uang lain. Kondisi ini menekan permintaan aset lindung nilai tersebut.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger menilai pergerakan emas masih fluktuatif menjelang rilis berbagai data ekonomi usai pemerintah AS kembali beroperasi. 

“Ekspektasi pemangkasan suku bunga tambahan mulai memudar, dan itu mengurangi optimisme terhadap emas,” ujarnya.


Pasar Tunggu Data Ketenagakerjaan dan Risalah The Fed

Pekan ini, perhatian investor tertuju pada data ketenagakerjaan AS untuk September yang akan dirilis Kamis (20/11/2025), serta risalah rapat The Fed yang dijadwalkan Rabu (19/11/2025).

Pada pertemuan terakhir, bank sentral menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin tetapi semakin banyak pejabat The Fed yang menunjukkan sikap hawkish menjelang pertemuan Desember.

Menurut CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga 25 basis poin bulan depan kini merosot menjadi sekitar 45%, dari level lebih dari 60% pekan sebelumnya.

Setidaknya empat pejabat The Fed, termasuk Gubernur Christopher Waller dan Presiden The Fed New York John Williams dijadwalkan menyampaikan pandangan mereka hari ini.

Sebagai aset lindung nilai, emas cenderung menguat ketika suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil. Namun, prospek suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka pendek membuat harga emas rentan pelemahan.

Analis Scotiabank memperkirakan harga emas dapat mencapai US$ 3.800 per troi ons pada 2026, naik dari proyeksi US$ 3.450 tahun ini, seiring ketidakpastian global dan potensi turunnya suku bunga riil di masa depan.

Untuk logam mulia lainnya, pergerakan juga berada di zona merah. Harga perak turun 1,14% menjadi US$ 50 per ons, platinum melemah 0,92% ke US$ 1.531,98 per ons, dan paladium anjlok 1,3% ke posisi US$ 1.382,73 per ons.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Emas Dunia Menuju Penurunan Tiga Minggu Beruntun

Harga Emas Dunia Menuju Penurunan Tiga Minggu Beruntun

EKONOMI
Update Harga Emas Dunia: Turun Tajam 1,5 Persen, Perak 1,8 Persen

Update Harga Emas Dunia: Turun Tajam 1,5 Persen, Perak 1,8 Persen

EKONOMI
Pesona Emas Dunia Pudar Akibat Kebijakan The Fed

Pesona Emas Dunia Pudar Akibat Kebijakan The Fed

EKONOMI
Update Harga Emas Dunia: Turun Tertekan Dolar AS

Update Harga Emas Dunia: Turun Tertekan Dolar AS

EKONOMI
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi Rp 4.000

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi Rp 4.000

EKONOMI
Kesepakatan Damai AS-Iran Buat Harga Emas Dunia Kembali Bersinar

Kesepakatan Damai AS-Iran Buat Harga Emas Dunia Kembali Bersinar

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon