Kunjungi Solo, Ratu Maxima Puji Kemajuan Inklusi Keuangan Indonesia
Selasa, 25 November 2025 | 19:14 WIB
Solo, Beritasatu.com – Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda mengunjungi Kabupaten Sragen dan Kota Solo pada hari kedua kunjungannya ke Indonesia, Selasa (25/11/2025). Kunjungan ini dilakukan dalam kapasitasnya sebagai advokat khusus sekretaris jenderal PBB untuk inklusi keuangan.
Agenda Ratu Maxima dimulai dari Pabrik Garmen PT Glory di Ngrampal, Sragen. Setelah itu, ia menuju Pracima Tuin Pura Mangkunegaran di Kota Solo dan melanjutkan perjalanan ke Kampung Batik Laweyan untuk bertemu para perajin batik yang tergabung dalam Sentra UMKM Amartha.
Di lokasi tersebut, Ratu Maxima bahkan sempat mencoba membatik. Ia juga berdialog dengan para perajin dan pengusaha kecil untuk memahami sejauh mana literasi dan akses keuangan mereka.
Ratu Maxima menyampaikan apresiasinya terhadap kemajuan inklusi keuangan di Indonesia. Berdasarkan interaksi dengan masyarakat di Sragen dan Solo, ia menilai Indonesia telah membuat capaian signifikan.
“Indonesia telah melakukan pencapaian luar biasa dalam inklusi keuangan, dengan lebih dari 80% masyarakat sudah memiliki akses ke rekening bank. Namun, akses saja tidak cukup. Yang penting adalah bagaimana kita dapat membantu mereka lebih jauh, bukan hanya untuk melakukan pembayaran, tetapi juga mewujudkan impian mereka. Dan ketika sesuatu terjadi, mereka memiliki perlindungan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah perlu memastikan kelas pekerja dan pelaku usaha kecil tidak hanya memiliki akses ke layanan keuangan, tetapi juga memperoleh perlindungan finansial.
Ratu Maxima mengaku senang dapat berbicara langsung dengan berbagai kelompok masyarakat dalam kunjungan perdananya di Sragen dan Solo. Ia bertemu dan berdialog dengan pekerja garmen, mahasiswa, serta para ibu perajin batik dan pelaku usaha mikro.
“Tujuan utama dari percakapan ini adalah untuk belajar mengenai realitas finansial dari tiga kelompok berbeda tersebut. Bagaimana mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari agar dapat bertahan hingga akhir bulan. Tidak hanya itu, bagaimana mereka menghadapi keadaan darurat, mulai dari kecelakaan, kehilangan pendapatan, hingga kebutuhan untuk mengirim uang tambahan kepada orang tua di kampung halaman,” imbuh Ratu Maxima.
Ia juga memperhatikan risiko-risiko finansial yang mungkin dihadapi masyarakat di masa depan. Berdasarkan temuannya, ia dan tim berencana berdiskusi dengan OJK, Bank Indonesia, kementerian terkait, bank, serta perusahaan fintech untuk merancang produk keuangan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




