OJK dan Ratu Maxima Dorong Penguatan Kesehatan Keuangan Nasional
Kamis, 27 November 2025 | 17:10 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Sekretaris Jenderal PBB untuk Inklusi Keuangan (UNSGSA), Ratu Maxima dari Belanda, menggelar pertemuan strategis di Jakarta pada Kamis (27/11/2025).
Pertemuan tersebut menyoroti pentingnya penguatan kesehatan keuangan atau financial health di Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, istilah kesehatan keuangan masih terbilang baru bagi sebagian masyarakat. Selama ini, masyarakat lebih mengenal istilah inklusi keuangan maupun literasi keuangan, sementara konsep financial health memiliki cakupan yang lebih luas.
Mahendra menegaskan bahwa kesehatan keuangan bukan hanya gagasan kebijakan, melainkan telah menjadi prioritas nasional yang terintegrasi dalam agenda pembangunan OJK.
“Fokus kami adalah memastikan setiap orang Indonesia, tanpa memandang geografi, tingkat pendapatan, atau pekerjaan, memiliki kemampuan, kepercayaan diri, dan sarana untuk mengelola keuangan mereka secara bertanggung jawab,” ujarnya dalam acara National Financial Health Event.
Ia menuturkan bahwa terdapat empat pilar utama untuk mendorong kesehatan keuangan masyarakat. Pilar pertama adalah literasi dan inklusi keuangan yang memberikan akses terhadap produk dan layanan keuangan, mulai dari tabungan, kredit, hingga fasilitas pembayaran. Pilar ini sejalan dengan mandat Undang-Undang P2SK.
Pilar kedua adalah kemampuan masyarakat untuk menghadapi guncangan finansial atau financial shocks. Dalam situasi darurat, keberadaan dana cadangan atau perlindungan melalui asuransi pemerintah seperti BPJS Kesehatan dapat menjadi penopang.
Pilar ketiga mencakup kemampuan merencanakan masa depan, terutama untuk masa pensiun. Instrumen seperti dana pensiun DPLK, BPJS Ketenagakerjaan, serta tabungan jangka panjang dinilai penting dalam mewujudkan masa depan yang lebih stabil secara finansial.
Pilar keempat, yaitu membangun kepercayaan diri masyarakat untuk menghadapi tawaran produk ilegal atau layanan keuangan yang tidak berizin. Kemampuan ini didukung oleh edukasi keuangan yang memadai sehingga masyarakat dapat mengenali risiko dan menolak praktik keuangan yang merugikan.
“Kami melihat konsep ini sangat relevan dengan kebutuhan Indonesia dan kami siap bekerja sama dengan UNSGSA,” tambah Mahendra.
Pada kesempatan yang sama, Ratu Maxima menegaskan bahwa kesehatan keuangan kini menjadi isu yang lebih penting dibanding sekadar inklusi keuangan semata.
Ia menguraikan bahwa gagasan financial health muncul sejak berkembangnya kredit mikro pada 2007. Seiring berkembangnya layanan keuangan, ia menilai bahwa aspek tabungan, perlindungan, dan kemampuan mengelola kebutuhan jangka panjang tidak kalah pentingnya.
Ratu Maxima menggambarkan perubahan signifikan dalam akses keuangan global. “Kurang dari 50% populasi memiliki rekening bank. Sekarang lebih dari 80% populasi dunia sudah memiliki rekening. Namun memiliki rekening bank saja tidak otomatis membuat kondisi keuangan seseorang menjadi lebih baik,” jelasnya dalam sesi diskusi bersama Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi.
Ia menilai bahwa kebutuhan masyarakat mencakup jauh lebih banyak hal, mulai dari kendaraan, tempat tinggal, pendidikan, hingga perlindungan melalui asuransi dan dana pensiun. Menurutnya, kesehatan keuangan yang baik akan memperkuat stabilitas sistem keuangan, mendorong perekonomian, dan memberikan keamanan finansial yang memungkinkan masyarakat lebih produktif.
“Ini bukan hanya tentang ekonomi mikro, tetapi juga menyangkut bank dan fintech. Ini bukan program CSR. Kesehatan finansial adalah sesuatu yang berbeda dan sangat penting,” tegas Ratu Maxima.
Ia menambahkan bahwa literasi keuangan tidak otomatis berdampak signifikan jika tidak disertai pemahaman mengenai kesehatan finansial. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat agar tidak hanya fokus pada produk keuangan, tetapi juga pada bagaimana produk tersebut mendukung kehidupan mereka.
Selain bertemu dengan OJK, Ratu Maxima juga berdiskusi dengan sejumlah instansi pemerintah, termasuk Kementerian Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), untuk memperkuat ekosistem kesehatan keuangan nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




