ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penyediaan Statistik Harga BPS-Kemendag untuk Proxy Inflasi

Selasa, 25 November 2025 | 20:15 WIB
YM
YM
Penulis: Yurike Metriani | Editor: YM
Kemendag memiliki kontributor yang tersebar di seluruh kabupaten/kota untuk memantau harga bahan pokok secara harian.
Kemendag memiliki kontributor yang tersebar di seluruh kabupaten/kota untuk memantau harga bahan pokok secara harian. (BPS/Istimewa)

Bandung, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjalin kerja sama untuk penyediaan data harga bahan pokok. Kemendag memiliki kontributor yang tersebar di seluruh kabupaten/kota untuk memantau harga bahan pokok secara harian, yang dirangkum dalam Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP). Selanjutnya, BPS memanfaatkan data harga dalam SP2KP untuk menghitung Indeks Perkembangan Harga (IPH).

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyebut, BPS setiap minggu menghitung Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebagai proxy indikator inflasi.

“IPH dihitung dari data harga yang diperoleh BPS dari Kemendag melalui SP2KP,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Kolaborasi ini merupakan salah satu bentuk konkret dari kerja sama penyediaan statistik sektoral. Setiap hari Senin, Kepala BPS menyampaikan IPH dalam rakor inflasi daerah yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri.
Kecepatan pemerintah merespons dinamika harga kebutuhan pokok sangat bergantung pada ketepatan dan ketajaman informasi yang dihimpun dari lapangan, serta koordinasi antarlembaga.

”Hingga kini, penyusunan IPH mingguan telah memasuki tahun ke-empat dan menjadi instrumen penting dalam upaya pengendalian inflasi dan harga bahan kebutuhan pokok yang berdampak terhadap terjaganya daya beli masyarakat di seluruh Indonesia. Apresiasi yang tinggi kami sampaikan kepada Menteri Perdagangan beserta jajaran atas kolaborasi yang baik selama ini,” ujar Amalia dalam acara Rakernas Pemantauan Barang Kebutuhan Pokok, Kementerian Perdagangan, yang diikuti oleh Koordinator Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2K) Seluruh Indonesia.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, juga menyampaikan terima kasih kepada BPS atas kerja sama dan kepercayaan selama ini atas data yang dikumpulkan.

“Akurasi data harus kita utamakan. Bila melihat harga naik, bukan angka atau datanya yang diubah, tapi intervensi kebijakan yang harus dijalankan untuk menurunkan harga,” kata Budi.

BPS turut mengapresiasi upaya Kementerian Perdagangan dalam memperkuat sistem pemantauan melalui SP2KP. Integrasi pelaporan elektronik, perbaikan mekanisme validasi, dan peningkatan kapasitas petugas melalui program e-learning dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem data harga pangan nasional.

Di sela-sela acara Rakernas Pemantauan Barang Kebutuhan Pokok Kemendag,  Mendag dan Kepala BPS bertemu langsung dengan para pedagang untuk mencermati harga pangan di Pasar Cihapit Bandung (20/11/2025), khususnya komoditas yang rentan berfluktuasi seperti beras, cabai merah, daging ayam, daging sapi, dan sebagainya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wakil Kepala BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi di Jawa Tengah

Wakil Kepala BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi di Jawa Tengah

EKONOMI
Perkuat Kolaborasi, Kepala BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan

Perkuat Kolaborasi, Kepala BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan

EKONOMI
Jateng Jadi Kunci Sensus Ekonomi 2026, BPS Turunkan 36.891 Petugas

Jateng Jadi Kunci Sensus Ekonomi 2026, BPS Turunkan 36.891 Petugas

JAWA TENGAH
Wakil Kepala BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sumatera Utara dan Sulawesi Tenggara

Wakil Kepala BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sumatera Utara dan Sulawesi Tenggara

EKONOMI
Ukir Sejarah, BPS–Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026

Ukir Sejarah, BPS–Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026

EKONOMI
Neraca Dagang Indonesia Surplus 72 Bulan Beruntun hingga April 2026

Neraca Dagang Indonesia Surplus 72 Bulan Beruntun hingga April 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon