Orang Kaya Masih Dapat Subsidi, Purbaya Siapkan Aturan Baru
Kamis, 4 Desember 2025 | 20:56 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Pemerintah memastikan akan melakukan reformasi besar-besaran terhadap skema penyaluran subsidi setelah ditemukan fakta bahwa sebagian kelompok kaya hingga super kaya masih menikmati subsidi negara.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan hal tersebut usai rapat tertutup bersama Komisi XI DPR RI dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang membahas efisiensi subsidi dan kompensasi dalam APBN 2025.
“Jadi kita analisa dan kita lihat-lihat ternyata ada beberapa kendala dalam hal penyaluran subsidi,” ujar Purbaya di Kompleks Parlemen RI, Kamis (4/12/2025).
Ia menegaskan bahwa temuan pemerintah menunjukkan sejumlah kelompok rumah tangga berpendapatan tinggi masih menerima subsidi yang semestinya hanya ditujukan bagi masyarakat miskin atau rentan. “Kita lihat masih ada orang yang relatif kaya atau kaya, super kaya yang masih mendapat subsidi,” kata Purbaya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah akan merancang ulang strategi penyaluran subsidi dalam dua tahun mendatang. Desain baru ini akan difokuskan untuk memastikan subsidi benar-benar tepat sasaran, sekaligus mengurangi penerimaan subsidi oleh kelompok berpendapatan tinggi, khususnya rumah tangga desil 8, 9, dan 10.
“Dan yang kaya sekali mungkin desil 8, 9, 10 subsidinya akan dikurangin secara signifikan. Kalau perlu uangnya kita balikin ke yang desil 1, 2, 3, 4 yang relatif kelompok berpenghasilan rendah,” jelasnya.
Purbaya menyebut reformasi subsidi akan membutuhkan perbaikan dari berbagai sisi, termasuk penyelarasan data, mekanisme targeting, serta keterlibatan BUMN dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dalam mendukung desain baru agar lebih efektif.
“Itu perlu desain macam-macam. Karena kita libatkan juga BUMN-BUMN dan Danantara.”
Ia menegaskan bahwa tujuan utama Pemerintah adalah menghilangkan kebocoran subsidi sekaligus memperkuat ketepatan sasaran sehingga anggaran negara dapat memberikan manfaat lebih besar kepada kelompok berpenghasilan rendah.
“Dalam dua tahun ke depan kita akan desain strategi subsidi sehingga tepat sasaran,” tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




