Indonesia dan Belarus Sepakat Perkuat Teknologi dan Pertanian
Rabu, 17 Desember 2025 | 16:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Indonesia dan Belarus menjajaki peluang kerja sama di sektor teknologi dan pertanian guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
Peluang tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Deputi Perdana Menteri Republik Belarus Viktor Karankevich di Jakarta. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Belarus pada Juli 2025.
Menko Airlangga menegaskan Indonesia membutuhkan dukungan teknologi serta mesin pertanian modern untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Dalam konteks tersebut, Belarus dinilai sebagai mitra strategis karena memiliki pengalaman dan kapasitas yang relevan.
“Indonesia membutuhkan dukungan teknologi dan mesin pertanian modern untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Dalam hal ini, Belarus kami pandang sebagai mitra strategis,” ujar Airlangga seperti dilansir dari Antara, Rabu (17/12/2025).
Dia menjelaskan, ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui pengembangan lumbung pangan (food estate) serta pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian modern.
Selain itu, Indonesia juga membuka peluang kerja sama investasi dan joint venture dengan mitra Belarus. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan alat dan mesin pertanian, industri alat berat seperti dump truck, serta kolaborasi berbasis komoditas karet.
Transformasi digital di sektor pertanian untuk mendorong keterlibatan generasi muda juga menjadi salah satu fokus kerja sama yang berpotensi dikembangkan bersama.
Sementara itu, Deputi Perdana Menteri Viktor Karankevich menyampaikan bahwa Belarus memiliki pengalaman panjang dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan saat ini telah mengekspor berbagai produk pertanian ke sejumlah kawasan dunia.
“Belarus siap dan berkomitmen mendukung Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, termasuk melalui pemenuhan kebutuhan pupuk serta perluasan pasokan produk pertanian dan pangan, seperti produk susu dan turunannya,” ujar Karankevich.
Menanggapi hal tersebut, Airlangga menyambut baik komitmen Belarus dan menegaskan pentingnya penguatan kerja sama di sektor industri manufaktur, perdagangan, pendidikan, dan kesehatan.
“Indonesia juga memprioritaskan penguatan kerja sama pendidikan di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (science, technology, engineering, and mathematics/STEM), serta mendorong peningkatan kolaborasi pendidikan dan riset dengan Belarus,” kata dia.
Lebih lanjut, Belarus menilai terdapat potensi kerja sama yang luas di berbagai sektor strategis, antara lain pertanian, ketahanan pangan, pariwisata, sektor medis, serta bidang lainnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




