ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kementerian ESDM Akan Larang SPBU Swasta Impor Solar

Sabtu, 20 Desember 2025 | 18:59 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
SPBU Shell kembali beroperasi lagi.
SPBU Shell kembali beroperasi lagi. (Beritasatu.com/dok. Shell (HO))

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut badan usaha pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta akan menghentikan impor solar mulai 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan kebijakan penghentian impor solar tersebut dilakukan seiring penguatan pasokan dari dalam negeri.

“Yang dimaksud dengan penghentian impor itu, termasuk SPBU swasta,” ujar Laode seperti dilansir dari Antara.

Rencana penghentian impor solar pada 2026 sebelumnya telah disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, seiring mulai beroperasinya proyek refinery development master plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, serta penerapan program mandatori biodiesel 50 (B50).

ADVERTISEMENT

Program biodiesel B50 dijadwalkan mulai dijalankan pada semester II 2026. Dengan kebijakan tersebut, badan usaha pengelola SPBU swasta yang membutuhkan solar nantinya dapat membeli pasokan dari kilang dalam negeri.

“Jadi seperti itu pemahaman dari stop impor. Swasta pun harus beli dari dalam negeri. Ini saya bicaranya solar CN 48,” kata Laode.

Selain menghentikan impor solar pada 2026, Laode juga membuka peluang bagi Indonesia untuk mengekspor solar. Untuk merealisasikan ekspor tersebut, Indonesia perlu menyiapkan produk kilang yang telah memenuhi standar internasional.

Menurutnya, apabila produk kilang sudah berstandar internasional, maka akan lebih mudah dipasarkan ke luar negeri.

“Solar CN 51 itu lebih mudah untuk kita ekspor. CN 48 kan standarnya masih Euro 4, dengan kandungan sulfur masih tinggi, di atas 2.000 ppm, jadi sulit untuk diekspor,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto bahwa Indonesia tidak akan lagi mengimpor solar mulai 2026.

Proyek RDMP Balikpapan dinilai akan berperan penting dalam memperkuat kemandirian energi nasional. Selain RDMP, pemerintah juga terus mendorong pengembangan bahan bakar nabati melalui kebijakan biodiesel B50.

Bahlil mengatakan kombinasi antara peningkatan produksi dari RDMP dan implementasi B50 berpotensi menciptakan kelebihan pasokan solar, sehingga membuka peluang Indonesia mengekspor bahan bakar tersebut di masa mendatang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Surplus Neraca Perdagangan Menyusut karena Impor BBM Melonjak

Surplus Neraca Perdagangan Menyusut karena Impor BBM Melonjak

EKONOMI
DEN: Transisi dan Ketahanan Energi Harus Berjalan Bersamaan

DEN: Transisi dan Ketahanan Energi Harus Berjalan Bersamaan

EKONOMI
Bahlil Dorong Percepatan Lifting Migas untuk Tekan Impor BBM

Bahlil Dorong Percepatan Lifting Migas untuk Tekan Impor BBM

EKONOMI
Purbaya: Insentif Kendaraan Listrik Bisa Tekan Impor BBM Indonesia

Purbaya: Insentif Kendaraan Listrik Bisa Tekan Impor BBM Indonesia

EKONOMI
DEN Minta Masyarakat Hemat BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

DEN Minta Masyarakat Hemat BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

EKONOMI
Indonesia Segera Impor Minyak Rusia, Bahlil: Kontrak Sudah Jadi

Indonesia Segera Impor Minyak Rusia, Bahlil: Kontrak Sudah Jadi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon