ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

OJK Yakin Outlook Negatif Lembaga Pemeringkat Bersifat Sementara

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:16 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. (Beritasatu.com/Akmalal Hamdhi)

Jakarta, Beritasatu.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perubahan outlook menjadi negatif terhadap sejumlah bank besar di Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional bersifat sementara dan berpotensi kembali membaik.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menegaskan, pihaknya menghormati metodologi dan penilaian masing-masing lembaga pemeringkat.

“OJK bersama para pemangku kepentingan, khususnya anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), akan terus menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi kebijakan dan penguatan pengawasan agar ketahanan sektor perbankan tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian,” ujar Dian dilansir dari Antara, Rabu (25/3/2026).

Menurut Dian, penilaian outlook negatif tersebut didorong oleh faktor eksternal, termasuk perubahan prospek peringkat kredit sovereign Indonesia dari stabil menjadi negatif. Kondisi ini turut memengaruhi persepsi risiko terhadap sektor perbankan nasional.

ADVERTISEMENT

Lembaga pemeringkat global seperti Moody's dan Fitch Ratings memberikan penyesuaian tersebut bukan karena melemahnya fundamental kinerja bank, termasuk kelompok Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Ia menjelaskan, secara umum peringkat lembaga atau perusahaan dalam suatu negara tidak akan lebih tinggi dari peringkat sovereign negara tersebut. Oleh karena itu, perubahan pada peringkat negara akan berdampak pada sektor keuangan, termasuk perbankan.

Meski demikian, OJK memastikan perubahan outlook tidak serta-merta memengaruhi kemampuan bank dalam mengakses pendanaan. Saat ini, peringkat kredit bank Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 dan Himbara masih berada pada level investment grade dengan fundamental yang kuat.

Selain itu, struktur pendanaan perbankan nasional masih didominasi dana pihak ketiga domestik sehingga ketergantungan terhadap pendanaan eksternal relatif rendah. Perbankan juga telah memperhitungkan berbagai opsi pendanaan dengan mempertimbangkan aspek biaya dan manfaat.

Secara kinerja, industri perbankan nasional tetap menunjukkan tren positif. Hingga Januari 2026, pertumbuhan kredit tercatat 9,96% secara year on year, sejalan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 13,48% secara year on year.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tercatat 2,14%. Sementara itu, permodalan berada pada level kuat dengan rasio kecukupan modal mencapai 25,87%.

Likuiditas perbankan juga terjaga, tercermin dari rasio AL/NCD sebesar 121,23%, AL/DPK 27,54%, serta liquidity coverage ratio (LCR) 197,92%, jauh di atas ambang batas.

Pertumbuhan kredit pada kelompok KBMI 4 dan Himbara juga mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan masing-masing 13,34% dan 13,43%. Di sisi pendanaan, DPK tumbuh 16,32% pada KBMI 4 dan 16,38% pada Himbara. Ketahanan permodalan tetap solid, dengan rasio CAR Himbara sebesar 20,32% dan KBMI 4 sebesar 22,33% pada Januari 2026.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

MSCI Soroti Transparansi Pasar RI, Apa yang Harus Dibenahi?

MSCI Soroti Transparansi Pasar RI, Apa yang Harus Dibenahi?

EKONOMI
OJK dan BEI Genjot Reformasi untuk Tingkatkan Integritas Pasar

OJK dan BEI Genjot Reformasi untuk Tingkatkan Integritas Pasar

EKONOMI
Literasi Keuangan RI Tertinggal, Ini Peringatan Para Tokoh

Literasi Keuangan RI Tertinggal, Ini Peringatan Para Tokoh

EKONOMI
OJK Dukung Penuh KPK Usut Dugaan Korupsi Dana CSR BI-OJK

OJK Dukung Penuh KPK Usut Dugaan Korupsi Dana CSR BI-OJK

NASIONAL
OJK Benarkan 7 Nama Direksi BEI 2026-2030, Ini Daftar Lengkapnya

OJK Benarkan 7 Nama Direksi BEI 2026-2030, Ini Daftar Lengkapnya

EKONOMI
OJK dan KPK Bentuk Tim Teknis Perangi Kejahatan Keuangan

OJK dan KPK Bentuk Tim Teknis Perangi Kejahatan Keuangan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon