ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz Tunjukkan Pergerakan Positif

Jumat, 3 April 2026 | 11:46 WIB
AD
IO
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq, Ilham Oktafian
Editor: AD
Tangkapan layar posisi kapal tanker Pertamina, Gamsunoro di sekitar Selat Hormuz.
Tangkapan layar posisi kapal tanker Pertamina, Gamsunoro di sekitar Selat Hormuz. (Marine Traffic)

Jakarta, Beritasatu.com - Perkembangan terbaru kapal tanker milik Pertamina di kawasan Teluk Persia menuju Selat Hormuz menunjukkan pergerakan positif di tengah tensi geopolitik yang masih tinggi.

Berdasarkan data pelacakan Marine Traffic, Jumat (3/4/2026), salah satu tanker crude oil dengan nama Gamsunoro yang sebelumnya berangkat dari Khor Al Zubair, Irak, telah tiba di area Dubai Anchorage, Uni Emirat Arab, pada Kamis (2/4/2026).

Kapal berbendera Panama tersebut kini berstatus berlayar lambat (underway) dengan kecepatan sekitar 0,4 knot dan tujuan lanjutan Dubai for orders.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, kapal tanker lain, Pertamina Pride, tercatat berada di titik labuh (anchorage) Ras Tanura, Arab Saudi. Kapal berbendera Singapura tersebut dalam kondisi berhenti (at anchor) dan dijadwalkan melanjutkan pelayaran menuju Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia.

Perkembangan ini memperkuat indikasi bahwa pergerakan kapal tanker yang sebelumnya terdampak situasi di Selat Hormuz mulai kembali berjalan secara bertahap.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade menyebut proses administratif untuk memastikan kelancaran pelayaran kapal tanker Pertamina masih berlangsung.

"Ya, ini sedang dalam proses. Informasi yang kami dapatkan adalah proses administrasinya sedang berjalan," kata Andre di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Ia juga menegaskan bahwa kondisi pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman meski terjadi gangguan distribusi global.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, stok BBM di Indonesia sangat aman. Jadi, saya mengimbau agar tidak ada antrean panjang atau pembelian BBM berlebihan di SPBU,” ujarnya.

Terkait isu pembatasan pembelian BBM, Andre menyebut kebijakan tersebut masih dalam tahap wacana dan belum diterapkan. Bahkan jika diberlakukan, kebijakan itu hanya akan menyasar kendaraan pribadi, bukan sektor logistik.

"Sampai hari ini, saya mendengar tidak ada pembatasan di SPBU. Saya juga sudah berkoordinasi dengan Pertamina, dan sampai sekarang belum ada pembatasan. Kebijakan pembatasan ini masih berupa rencana, dan tujuannya untuk efisiensi. Jika dieksekusi, kami akan pastikan hal itu dilakukan dengan tepat," tambahnya.

Situasi di Selat Hormuz sendiri masih menjadi perhatian global karena jalur ini merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia.

Namun, perkembangan terbaru kapal tanker Pertamina memberi sinyal bahwa distribusi energi Indonesia tetap terkendali.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga BBM Diminta Dievaluasi, Anggota DPR Soroti Beban APBN

Harga BBM Diminta Dievaluasi, Anggota DPR Soroti Beban APBN

NASIONAL
Prediksi Inflasi Maret 3,6 Persen Didorong Lebaran dan BBM

Prediksi Inflasi Maret 3,6 Persen Didorong Lebaran dan BBM

EKONOMI
Program B50 mulai Juli 2026, Hemat BBM hingga 4 Juta Kiloliter

Program B50 mulai Juli 2026, Hemat BBM hingga 4 Juta Kiloliter

EKONOMI
Ratusan Pemudik dari Yogyakarta Ikuti Program Bareng-Bareng Mudik dan Arus Balik Pertamina

Ratusan Pemudik dari Yogyakarta Ikuti Program Bareng-Bareng Mudik dan Arus Balik Pertamina

NASIONAL
Harga Pertalite dan Solar Dipastikan Tak Berubah

Harga Pertalite dan Solar Dipastikan Tak Berubah

EKONOMI
Stok BBM Aman, Pertamina Minta Warga Tak Panic Buying

Stok BBM Aman, Pertamina Minta Warga Tak Panic Buying

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT