Mentan Minta Pemda Bersiap Antisipasi Kekeringan Akibat El Nino
Selasa, 7 April 2026 | 19:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta pemerintah daerah segera memetakan wilayah pertanian yang rawan kekeringan sebagai langkah antisipatif menghadapi musim kemarau yang dipicu fenomena El Nino.
Upaya ini dinilai penting untuk menjaga produksi dan ketahanan pangan nasional. Instruksi tersebut ditujukan kepada seluruh gubernur dan bupati agar melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan sekaligus menyiapkan sistem peringatan dini atau early warning system yang terintegrasi.
“Dalam rangka antisipasi musim kemarau tahun ini, kami menginstruksikan seluruh gubernur dan bupati untuk melakukan pemetaan wilayah langganan kekeringan serta menyiapkan early warning system,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dilansir dari Antara, Selasa (7/4/2026).
Menurut dia, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan respons cepat terhadap potensi kekeringan sehingga dampaknya terhadap produksi pertanian dapat ditekan melalui perencanaan yang matang serta koordinasi lintas sektor.
Selain itu, Kementerian Pertanian juga mengoptimalkan pengelolaan air irigasi melalui rehabilitasi jaringan, pembangunan embung, sumur dangkal, sumur dalam, serta pemanfaatan sistem perpipaan dan irigasi perpompaan.
Strategi tersebut diperkuat dengan percepatan masa tanam menggunakan varietas tahan kekeringan, penerapan pola tanam adaptif, serta peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut, pemerintah telah menyiagakan alat dan mesin pertanian seperti pompa air, traktor, hand sprayer, serta transplanter secara bertahap.
Amran menyebutkan sepanjang 2024 hingga 2025 pemerintah telah menyediakan 171.000 unit alat dan mesin pertanian guna meningkatkan kesiapan petani dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Sementara pada 2026, pemerintah menargetkan distribusi 37.000 unit infrastruktur air, meliputi irigasi perpompaan, perpipaan, konservasi, serta rehabilitasi jaringan tersier. Selain itu, disiapkan pula tambahan 94.000 unit pompa air untuk mendukung produksi pertanian.
Ia menambahkan, Indonesia memiliki pengalaman dalam menghadapi fenomena El Nino, sehingga dinilai mampu menjaga stabilitas produksi pangan melalui strategi adaptasi dan mitigasi yang terukur.
“Kami sudah memiliki pengalaman dalam mengelola El Nino, seperti pada 2015, 2023, dan 2024, sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan lebih baik,” ujar Amran kala itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




