Biji Plastik Langka Imbas Perang Iran, Bulog Pastikan Stok Aman
Rabu, 8 April 2026 | 12:17 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Konflik Timur Tengah yang disebabkan oleh perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) telah membuat kelangkaan pada biji plastik. Akibatnya, harga plastik pun mengalami lonjakan dan membuat produk kemasan mengalami kenaikan harga.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan ketersediaan kemasan beras tetap aman di tengah isu kelangkaan biji plastik sebagai imbas kondisi geopolitik global di kawasan Timur Tengah.
"Kebetulan Bulog masih memiliki stok untuk menghadapi kebutuhan plastik tersebut," kata Rizal seperti dilansir dari Antara, Rabu (8/4/2026).
Rizal menjelaskan, persoalan terkait bahan baku plastik saat ini menjadi ranah Kementerian Perindustrian, sehingga penjelasan teknis lebih lanjut berada di luar kewenangan Bulog.
Meski demikian, Bulog memastikan hingga saat ini pihaknya masih memiliki stok kemasan plastik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional distribusi beras kepada masyarakat.
Ia menegaskan sebagian besar produk Bulog merupakan program pelayanan publik atau public service obligation (PSO) yang ditujukan kepada masyarakat, sehingga keberlanjutan distribusi tetap menjadi prioritas utama.
Ia menyebutkan kondisi stok kemasan beras masih mencukupi untuk mendukung penyaluran dalam waktu dekat, meskipun tidak merinci jumlah pasti persediaan yang tersedia saat ini.
"Kalau kami, rata-rata produknya merupakan produk PSO, beras untuk masyarakat, bukan untuk dijual. Dan, alhamdulillah sementara masih ada stok kemasan beras," ujarnya.
Meski begitu, Bulog juga mulai menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi potensi gangguan pasokan bahan baku plastik di masa mendatang agar distribusi tidak terganggu.
Terkait program beras SPHP dengan kemasan 2 kilogram, Rizal memastikan pengadaannya tetap berjalan sesuai rencana yang telah disusun sejak awal tahun anggaran.
Ia menjelaskan kontrak pengadaan kemasan telah dilakukan sejak awal tahun sehingga pelaksanaan program tidak terdampak oleh isu yang berkembang saat ini. "Nah itu, kan sudah kontrak, kan mereka sudah kontrak sesuai dengan tahun. Biasanya program dilakukan di awal tahun. Itu sudah kontrak di awal tahun," jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, Bulog optimistis distribusi beras kepada masyarakat tetap berjalan lancar dan stabil di tengah berbagai dinamika yang memengaruhi sektor industri pendukung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




