Harga Emas Dunia Berpeluang Naik 4 Pekan Beruntun
Jumat, 17 April 2026 | 19:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas dunia bergerak stabil pada Jumat (17/4/2026) malam, dan berpotensi mencatat kenaikan selama empat pekan berturut-turut. Sentimen positif datang dari optimisme tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang meredakan kekhawatiran inflasi serta menekan nilai dolar AS.
Dikutip dari Reuters, harga emas spot tercatat relatif stabil pada level US$ 4.799,85 per ons troi pada pukul 19.00 WIB, dengan kenaikan sekitar 1% sepanjang pekan ini. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni 2026 naik 0,3% ke posisi US$ 4.822,40.
Optimisme pasar meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran dapat segera tercapai. Di saat yang sama, gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon juga mulai berlaku.
Kondisi ini turut mendorong pasar saham global bertahan di dekat rekor tertinggi dan berpotensi mencatat kenaikan selama tiga pekan berturut-turut.
Analis independen Ross Norman menilai, pergerakan emas saat ini dipengaruhi oleh peralihan investor ke aset berisiko seperti saham, meskipun tetap mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS.
“Apabila dilihat dari perspektif emas, ada pergeseran ke aset berisiko, terutama saham yang berada di level tertinggi sepanjang masa. Namun, emas tetap mendapat dorongan dari pelemahan dolar dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS,” ujarnya.
Dolar AS tercatat melemah untuk pekan kedua berturut-turut dan berada di dekat level terendah dalam enam pekan. Kondisi ini membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi investor global.
Selain itu, harapan tercapainya kesepakatan AS-Iran juga menahan harga minyak tetap di bawah US$ 100 per barel, sehingga meredakan kekhawatiran inflasi. Lonjakan harga energi sebelumnya sempat memicu kekhawatiran bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama.
Sejak konflik AS-Israel dengan Iran dimulai pada 28 Februari 2026, harga emas tercatat turun hampir 8%. Meski dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya menekan permintaan terhadap emas karena tidak memberikan imbal hasil.
Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 31% bagi bank sentral AS untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember 2026. Sebelum konflik terjadi, pasar memperkirakan akan ada dua kali penurunan suku bunga pada tahun ini.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak naik 1,5% menjadi US$ 79,58 per ons troi dan berpotensi mencatat kenaikan empat pekan berturut-turut. Sementara itu, platinum turun 0,2% ke US$ 2.081,95, dan paladium naik 0,3% ke US$ 1.555,95. Kedua logam tersebut juga menuju kenaikan selama tiga pekan beruntun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




