ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Rupiah Tembus Rp 17.200, Airlangga: Kami Terus Pantau!

Kamis, 23 April 2026 | 21:29 WIB
BI
MK
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: MBK
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Kemenko Perekonomian/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto merespons pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menembus level Rp 17.000.

Airlangga menyampaikan, tekanan terhadap rupiah dipengaruhi dinamika global. Ia menilai eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah turut memengaruhi kondisi perekonomian dunia.

“Hal tersebut dipengaruhi gejolak global. Jadi kami terus melakukan pemantauan,” ujar Airlangga saat ditemui di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Kamis (23/4/2026). 

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, pelemahan nilai tukar tidak hanya terjadi pada rupiah, tetapi juga dialami sejumlah mata uang di kawasan.

Meski nilai tukar rupiah telah melampaui asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah belum mengambil langkah intervensi jangka pendek yang bersifat reaktif. Menurutnya, kondisi tersebut masih dalam tahap pemantauan.

Airlangga juga menegaskan stabilitas nilai tukar merupakan kewenangan bank sentral. Oleh karena itu, langkah teknis untuk menjaga rupiah berada di bawah tanggung jawab Bank Indonesia.

“Kami terus memantau, dan itu merupakan tugas Bank Indonesia untuk menjaganya,” ujarnya.

Pada perdagangan Kamis sore (23/4/2026), nilai tukar rupiah ditutup melemah 5 poin ke level Rp 17.286 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah sempat tertekan hingga menyentuh level terendah sepanjang masa (all time low) di kisaran Rp 17.300 per dolar AS.

Sejumlah pengamat menilai rupiah masih dibayangi sentimen geopolitik di Timur Tengah, terutama ketidakpastian dalam proses perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Pakistan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp 17.801 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp 17.801 per Dolar AS

EKONOMI
Tekanan Belum Selesai, Rupiah Kembali Tembus Rp 17.800 Per Dolar AS

Tekanan Belum Selesai, Rupiah Kembali Tembus Rp 17.800 Per Dolar AS

EKONOMI
Pelemahan Rupiah Bisa Menguntungkan jika Investor Cermat Membaca Pasar

Pelemahan Rupiah Bisa Menguntungkan jika Investor Cermat Membaca Pasar

EKONOMI
BI Rate Naik Jadi 5,75 Persen, Rupiah Masih Loyo

BI Rate Naik Jadi 5,75 Persen, Rupiah Masih Loyo

EKONOMI
Rupiah Kembali Melemah ke Level Rp 17.862 Per Dolar AS Kamis Pagi

Rupiah Kembali Melemah ke Level Rp 17.862 Per Dolar AS Kamis Pagi

EKONOMI
Rupiah Melemah ke Rp 17.748 Per Dolar AS Tunggu Keputusan The Fed

Rupiah Melemah ke Rp 17.748 Per Dolar AS Tunggu Keputusan The Fed

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon