Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp 17.801 per Dolar AS
Jumat, 19 Juni 2026 | 16:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (19/6/2026).
Mata uang Garuda ditutup turun tipis 7 poin menjadi Rp 17.801 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 17.794 per dolar AS.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah terjadi meskipun sentimen pasar global menunjukkan perbaikan setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah serta memulihkan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Namun, menurut Ibrahim, optimisme pasar masih dibayangi ketidakpastian setelah militer Israel melancarkan serangan udara baru pada Kamis (18/6/2026), sehingga memunculkan keraguan terhadap keberlanjutan proses perdamaian.
"Prospek ekspor yang kembali meningkat telah menghapus sebagian besar premi risiko geopolitik yang mendorong harga minyak di atas US$ 120 per barel pada puncak krisis," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (19/6/2026).
Dari eksternal, rupiah juga tertekan setelah para pembuat kebijakan Federal Reserve (The Fed) memberikan sinyal hanya akan memangkas suku bunga satu kali hingga akhir 2026.
"The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Rabu, tetapi komentar dari Ketua Kevin Warsh ditafsirkan pasar sebagai sangat agresif, sehingga meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah dan mengangkat dolar AS ke level terkuatnya dalam lebih dari setahun," jelas Ibrahim.
Sementara dari dalam negeri, sentimen negatif datang setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menetapkan peringkat kriteria arus informasi (information flow) Indonesia menjadi negatif dalam laporan 2026 Global Market Accessibility Review.
Keputusan tersebut diambil setelah MSCI kembali menyoroti kekhawatiran terkait transparansi struktur kepemilikan saham serta indikasi perdagangan semu maupun perdagangan terkoordinasi di pasar modal Indonesia.
Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap rupiah yang masih menghadapi kombinasi sentimen global dan domestik di tengah ketidakpastian pasar keuangan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




