Dampak Konflik Timur Tengah ke Ekonomi RI, dari Rupiah hingga Plastik
Selasa, 28 April 2026 | 18:54 WIB
Satgas yang melibatkan puluhan kementerian dan lembaga ini diharapkan mampu mempercepat implementasi program prioritas, termasuk dalam menghadapi tekanan global.
Menurut Airlangga, pendekatan lintas sektor menjadi kunci agar kebijakan dapat berjalan efektif dan terintegrasi.
Ketahanan Ekonomi Masih Terjaga
Meski tekanan global meningkat, pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat. Ketergantungan terhadap impor BBM dari kawasan Timur Tengah hanya sekitar 20%, sementara sisanya dipasok dari wilayah lain seperti Afrika dan Amerika.
Selain itu, Indonesia juga memiliki keunggulan dalam sektor pupuk dengan kondisi surplus, sehingga dampak kenaikan harga global dapat lebih terkendali.
Langkah diversifikasi sumber energi dan penguatan pasokan domestik menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Ke depan, tantangan utama bagi Indonesia adalah menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan keberlanjutan industri. Gangguan global seperti konflik geopolitik sulit diprediksi, sehingga diperlukan kebijakan yang adaptif dan responsif.
Pada sisi lain, situasi ini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi industri, termasuk melalui hilirisasi dan diversifikasi energi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




