Mentrans: Kawasan Transmigrasi Kunci Swasembada Pangan RI
Rabu, 29 April 2026 | 07:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan kawasan transmigrasi memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program swasembada pangan nasional.
Ia menyebut kontribusi kawasan transmigrasi terhadap produksi pangan nasional cukup signifikan, terutama untuk komoditas beras.
"Swasembada beras misalkan, itu ada beberapa tempat seperti di Sumatera Selatan, 40% padinya disumbang dari kawasan transmigrasi. Juga di Merauke itu hampir lebih dari 60% disumbang dari kawasan transmigrasi," ujarnya di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Tidak hanya beras, pemerintah juga mendorong swasembada komoditas lain seperti perikanan dan buah-buahan. Bahkan, sejumlah wilayah transmigrasi di Sulawesi Tengah disebut mampu menyumbang hingga 80% produksi durian lokal.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Kementerian Transmigrasi menjalin kerja sama dengan berbagai kementerian, antara lain Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Perdagangan melalui penandatanganan nota kesepahaman.
Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN guna memastikan status lahan bagi para transmigran jelas dan tidak bermasalah.
Iftitah menekankan bahwa kepastian lahan menjadi faktor penting dalam transformasi program transmigrasi yang kini difokuskan pada penciptaan lapangan kerja, hilirisasi, dan industrialisasi komoditas.
"Kekuatan (program transmigrasi) kami itu dua, satu adalah lahannya, karena untuk menanam kan butuh lahan. Kedua adalah tenaga kerjanya, para transmigran itu sendiri," katanya.
Untuk mendukung transformasi tersebut, Kementerian Transmigrasi juga menggandeng berbagai perguruan tinggi melalui Program Transmigrasi Patriot guna memperkuat pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain itu, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan investor dalam dan luar negeri, termasuk China sebagai salah satu calon pembeli (off-taker) produk hasil kawasan transmigrasi.
"Tiongkok (China) juga merupakan salah satu off-taker yang kami approach (dekati) untuk kami bisa memasarkan hasil produk-produk transmigrasi," ujar Iftitah.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi kawasan transmigrasi sebagai pusat produksi sekaligus penggerak ekonomi daerah berbasis pertanian dan industri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




