ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tunggu Arah Ekonomi, The Fed Kembali Tahan Suku Bunga

Kamis, 30 April 2026 | 06:52 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Ilustrasi The Fed
Ilustrasi The Fed (AP Photo)

Jakarta, Beritasatu.com - Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuannya di kisaran 3,5%-3,75%. Langkah ini mencerminkan sikap hati-hati otoritas moneter dalam membaca arah ekonomi yang masih belum sepenuhnya stabil.

Mengutip CNBC, Kamis (30/4/2026), keputusan tersebut sebenarnya sudah diantisipasi pasar. Namun, bagi The Fed, menahan suku bunga saat ini bukan sekadar pilihan aman, melainkan strategi untuk memberi ruang melihat perkembangan inflasi dan kondisi ekonomi secara lebih utuh.

Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa tekanan inflasi masih menjadi perhatian utama, terutama karena dipengaruhi kenaikan harga energi global.

ADVERTISEMENT

“Inflasi masih tinggi,” kata Powell, menegaskan bahwa kondisi tersebut belum cukup memberi ruang bagi perubahan kebijakan dalam waktu dekat.

Pada sisi lain, pasar tenaga kerja memang belum menunjukkan pelemahan signifikan, tetapi tanda-tanda perlambatan mulai terlihat. Situasi ini membuat The Fed berada di posisi yang tidak mudah, yakni di satu sisi perlu menjaga inflasi tetap terkendali, dan pada sisi lain harus menghindari tekanan berlebihan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dengan menahan suku bunga, The Fed pada dasarnya sedang menjaga keseimbangan tersebut. Kebijakan ini juga memberi sinyal bahwa bank sentral belum terburu-buru mengambil langkah lanjutan, baik itu kenaikan maupun penurunan suku bunga.

Ke depan, arah kebijakan moneter akan sangat bergantung pada data yang masuk, mulai dari inflasi hingga kondisi tenaga kerja. Untuk saat ini, pendekatan wait and see masih menjadi pilihan utama.

Pasar pun menangkap sinyal ini dengan jelas. Ekspektasi menunjukkan suku bunga kemungkinan akan tetap berada di level saat ini hingga beberapa waktu ke depan, seiring ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.

Dengan kondisi tersebut, keputusan menahan suku bunga menjadi cara The Fed menjaga stabilitas, sambil menunggu kepastian arah ekonomi sebelum mengambil langkah berikutnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Perak Turun Saat Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen Pasar

Harga Perak Turun Saat Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen Pasar

EKONOMI
Harga Emas Pekan Depan Berpotensi Bergejolak Dibayangi Data AS

Harga Emas Pekan Depan Berpotensi Bergejolak Dibayangi Data AS

EKONOMI
Harga Perak Antam Kamis 28 Mei 2026 Rontok Ikuti Silver Spot

Harga Perak Antam Kamis 28 Mei 2026 Rontok Ikuti Silver Spot

EKONOMI
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.744 Per Dolar AS Dipicu The Fed

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.744 Per Dolar AS Dipicu The Fed

EKONOMI
Harga Emas Dunia Ambruk Dipicu Inflasi AS dan Sikap Hawkish The Fed

Harga Emas Dunia Ambruk Dipicu Inflasi AS dan Sikap Hawkish The Fed

EKONOMI
Rupiah Sentuh Level Terburuk, Ekonom Minta BI Lebih Hawkish

Rupiah Sentuh Level Terburuk, Ekonom Minta BI Lebih Hawkish

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon