ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Rupiah Anjlok Tembus Rp 17.528, Apa Langkah Purbaya?

Rabu, 13 Mei 2026 | 18:08 WIB
CS
WA
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: WA
Mata uang rupiah dan dolar AS.
Mata uang rupiah dan dolar AS. (Antara/Fakhri Hermansyah)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah tengah menyiapkan langkah untuk membantu memperkuat stabilitas pasar keuangan di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang menembus Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, kewenangan utama untuk memperkuat nilai tukar berada di bawah kewenangan Bank Indonesia (BI). Namun, pemerintah turut menyiapkan dukungan dari sisi pasar obligasi atau bond market guna membantu menjaga stabilitas pasar keuangan domestik serta meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

"Itu kan dari bank sentral, cuma kita sedang ambil langkah untuk membantu memperkuat juga dari sisi bond market," kata Purbaya di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam hal ini, pemerintah akan menjalankan kembali skema Dana Stabilisasi Obligasi (Bond Stabilization Fund). Ini adalah mekanisme pemerintah untuk menjaga stabilitas pasar surat berharga negara (SBN). Saat terjadi tekanan pasar dan imbal hasil (yield) SBN naik tajam akibat aksi jual, pemerintah masuk dengan membeli SBN di pasar sekunder (buyback).

Menurut Purbaya, stabilitas pasar obligasi perlu dijaga karena gejolak di pasar surat utang dapat memicu investor asing melepas kepemilikan SBN akibat kekhawatiran terhadap potensi kerugian investasi atau capital loss.

Jika kondisi tersebut terjadi, maka arus modal keluar dari Indonesia berpotensi meningkat dan tekanan terhadap rupiah semakin dalam. "Kalau bond tidak stabil orang itu menjual, takut capital loss," jelasnya.

Bendahara negara itu mengatakan, apabila pasar obligasi kembali menguat, maka terdapat peluang capital gain yang dapat menarik minat investor untuk tetap menempatkan dana di dalam negeri. Dengan demikian, tekanan arus modal keluar diharapkan dapat berkurang.

"Kalau bond menguat menguat ada potensi capital gain, biasanya mereka suka," paparnya.

Purbaya menambahkan, pemerintah akan terus menjaga stabilitas bond market sebagai bagian dari upaya membantu bank sentral menjaga stabilitas sistem keuangan dan nilai tukar rupiah. Ia juga menyebut langkah tersebut akan terus dikomunikasikan bersama bank sentral.

"Kita akan jaga stabilitas bond market, membantu bank sentral. Itu kami akan komunikasi dengan bank sentral juga," pungkas Purbaya.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu sore menyentuh Rp 17.528 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi sebelumnya dan jauh melampaui asumsi dasar ekonomi makro dalam APBN 2026.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Apindo: Rupiah Melemah Jadi Rp 17.500, Beban Dunia Usaha Makin Berat

Apindo: Rupiah Melemah Jadi Rp 17.500, Beban Dunia Usaha Makin Berat

EKONOMI
Rupiah Sentuh Rp 17.500, Kapan Mata Uang Garuda Anjlok Terparah?

Rupiah Sentuh Rp 17.500, Kapan Mata Uang Garuda Anjlok Terparah?

EKONOMI
Rupiah Anjlok ke Rp 17.414 karena Kesepakatan Damai AS-Iran Gagal

Rupiah Anjlok ke Rp 17.414 karena Kesepakatan Damai AS-Iran Gagal

EKONOMI
Disetujui Prabowo, Ini 7 Langkah BI Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Disetujui Prabowo, Ini 7 Langkah BI Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon