Rekor! Demand Emas Batangan dan Koin di Indonesia Tumbuh 47 Persen
Kamis, 14 Mei 2026 | 07:57 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Permintaan emas batangan dan koin di Indonesia tumbuh pesat sebesar 47% pada kuartal I 2026 secara tahunan atau year on year (yoy). Peningkatan ini mencerminkan tren global di mana status emas sebagai safe haven menarik minat investor yang khawatir terhadap ketidakpastian ekonomi dan inflasi.
Secara historis, emas telah terbukti sebagai salah satu instrumen lindung nilai krisis (crisis hedge) paling andal bagi masyarakat Indonesia.
Selama krisis finansial Asia 1997–1998, emas membantu mempertahankan daya beli masyarakat saat rupiah terdepresiasi tajam, pola yang terus berulang setiap terjadi pelemahan mata uang dan pasar tertekan.
Pada tahun 2025, performa emas mengungguli mayoritas saham, baik saham domestik maupun global, serta obligasi dalam denominasi Rupiah. Sementara pada kuartal 2026, nilai emas naik 14% dalam Rupiah, di saat pasar saham domestik terkoreksi hingga 13%. Di luar periode krisis, emas juga berperan sebagai sumber imbal hasil jangka panjang yang stabil dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 15% per tahun dalam Rupiah selama 20 tahun terakhir.
Analisis World Gold Council menyimpulkan bahwa alokasi emas sebesar 2,5% saja dapat meningkatkan kualitas portofolio investor Indonesia dengan mengurangi risiko konsentrasi dan memperkuat diversifikasi.
“Situasi geopolitik global terus mendorong investor menjadikan emas sebagai safe haven. Di Indonesia, kepercayaan ini tidak hanya tercermin pada permintaan fisik, tetapi juga pada evolusi pasarnya. Pertumbuhan platform digital dan inisiatif bullion banking adalah langkah krusial dalam menghapus hambatan akses dan memperkuat kepercayaan pasar," ungkap Head of Asia-Pacific (ex-China) dan Global Head of Central Banks World Gold Council, Shaokai Fan dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (14/5/2026).
Laporan Gold Demand Trends kuartal I 2026 dari World Gold Council mengungkapkan bahwa total permintaan emas global (termasuk OTC) mencapai 1.231 ton pada kuartal pertama, meningkat 2% secara tahunan (yoy). Meski volume tumbuh moderat, nilai permintaan melonjak ke angka rekor US$ 193 miliar, naik 74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di seluruh dunia, investor ritel terpikat oleh momentum harga dan daya tarik emas sebagai aset aman (safe haven), mendorong permintaan emas batangan dan koin naik 42% (yoy) menjadi 474 ton. Permintaan di Tiongkok melonjak 67% (yoy) ke rekor 207 ton, jauh melampaui rekor kuartalan sebelumnya sebesar 155 ton pada kuartal II 2013.
Pasar Asia lainnya, termasuk India, Korea Selatan, dan Jepang, juga mencatatkan peningkatan pembelian emas batangan dan koin, yang turut berkontribusi pada pergeseran struktural yang sedang berlangsung dalam permintaan emas global. Tren ini juga didukung oleh pertumbuhan kuat di AS dan Eropa, yang masing-masing naik 14% dan 50%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




