Jokowi: Bendungan Jatigede Beroperasi Maksimal Januari Tahun Depan
Kamis, 17 Maret 2016 | 13:22 WIB
Jakarta– Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Bendungan Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat akan dapat beroperasi secara maksimal pada Januari 2017 mendatang.
"Sekarang ketinggian air sudah 40 persen, kita harapkan nanti pada Januari 2017 sudah maksimal, sesuai yang kita inginkan," kata Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan Bendungan Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (17/3).
Presiden yang datang bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Sumarno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Pembangunan Bendungan Jatigede yang digagas pertama kali sejak tahun 1963, terkatung-katungnya selama puluhan tahun. Pembangunan bendungan baru dilanjutkan pada akhir 2015 dan diharapkan beroperasi pada Januari 2017.
Presiden mengatakan, masalah terbesar dalam pembangunan ini adalah pembebasan lahan dan ganti rugi yang berlarut-larut. "Pembebasan lahan dan ganti rugi dari 10.924 Kepala Keluarga. Sekarang tinggal 614 Kepala Keluarga dan kita akan selesaikan pada tahun ini. Pada bulan Januari 2017 air sudah betul-betul pada posisi maksimal," jelas Presiden.
Tim Komunikasi Presiden (TKP) Ari Dwipayana dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, bendungan senilai US$ 467 juta dan terletak di atas lahan seluas 3.035,34 hektare itu akan menggenangi empat kecamatan yaitu, Kecamatan Jatigede, Kecamatan Jatinunggal, Kecamatan Wado, dan Kecamatan Darmaraja. Waduk Jatigede nantinya akan dapat mengairi lahan seluas 90.000 hektare yang meliputi 24 kecamatan di Kabupaten Indramayu, Majalengka, dan Cirebon.
Bendungan ini juga akan digunakan sebagai sarana penyediaan air baku dengan debit air 3.500 liter per detik, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas terpasang 110 MW dengan produksi listrik rata- rata 580 GWH/tahun, destinasi baru pariwisata, dan sebagai pengendali banjir di daerah sekitar sungai Cimanuk bagian hilir seluas 14.000 Ha.
Pada tahun lalu pemerintah sudah sudah membangun 13 bendungan. Adapun pada tahun ini dibangun delapan bendungan, yang diharapkan rampung pada 2017-2018. Ke-13 waduk/bendungan yang dibangun pada tahun 2015 adalah Waduk Raknamo di Kupang-Nusa Tenggara Timur (NTT), Waduk Pidekso di Wonogiri (Jawa Tengah), Waduk Logung di Kudus (Jawa Tengah), dan Waduk Lolak di Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara).
Selanjutnya, Waduk Kuereto di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Waduk Passaloreng di Wajo (Sulawesi Selatan), Waduk Tanju di Dompu (Nusa Tenggara Barat/NTB), Waduk Mila di Dompu (NTB), Waduk Bintang Bano di Sumbawa Barat (NTB), Waduk Kairan di Lebak (Banten), Waduk Tapin di Tapin (Kalimantan Selatan), Waduk Rotikold di Belu (NTT), dan Waduk Telagajawa di Karangasem (Bali).
Sedangkan 8 waduk/bendungan yang dibangun pada tahun 2016 terdiri atas Waduk Rukoh (Nanggroe Aceh Darussalam), Waduk Sukoharjo (Lampung), Waduk Kuwil Kawangkoan (Sulawesi Utara), Waduk Ladongi (Sulawesi Tenggara), Waduk Ciawi (Jawa Barat), Waduk Sukamahi (Jawa Barat), Waduk Leuwikeris (Jawa Barat), dan Waduk Cipanas (Jawa Barat).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




