Presdir BCA Jahja Setiaatmadja: Komitmen Beri Kemudahan
Minggu, 3 Juli 2016 | 14:52 WIB
Keberhasilannya mengantarkan BCA menjadi salah satu bank swasta nasional terbesar di Indonesia menjadi bukti kepiawaian yang dianugerahkan Tuhan kepada seorang Jahja Setiaatmadja. Pria yang menjabat presiden direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sejak medio 2011 ini pun patut meraih banyak penghargaan bergengsi. Baru-baru ini, dirinya menerima "Lifetime Achivement Award" dari ajang Obsession Awards 2016. Setelah tahun lalu dinobatkan sebagai tokoh perbankan paling berpengaruh dalam ajang Golden Property Award 2015, melengkapi penghargaan lainnya seperti "Best CEO" dalam Finance Asia Award’s: Asia’s Best Companies 2015, dan "CEO of The Year" dan "Top Admired CEO".
Jahja lahir dari keluarga karyawan bank dengan kehidupan sederhana. Dia telah berkarier di BCA sejak tahun 1990. Dalam memimpin, Jahja terus menjaga moral karyawan sebaik-baiknya, menerapkan prinsip bottom-up dan feedback. Dia juga selalu menekankan kepada karyawan agar menjadi orang yang ramah dan manusiawi. Totalitas dan dedikasinya dalam bekerja, didukung filosofinya yang genuine dan utuh dalam mengemban amanat, telah memberi keteladanan dan inspirasi yang luar biasa bagi segenap karyawan BCA dan masyarakat bangsa secara keseluruhan.
Perjalanan kariernya mencapai puncak tentulah tidak mudah. Jahja bahkan bisa bekerja selama 12 jam sehari. Loyalitasnya kepada BCA sangat tinggi terlihat dari kariernya selama 21 tahun di BCA sebelum diangkat menjadi presiden direktur. Bagi Jahja, memimpin sebuah organisasi itu seperti menjadi sang dirigen dalam satu orkestra. Dirinya mengingingkan terciptanya suatu harmonisasi kerja di BCA, seperti halnya seorang dirigen menginginkan perpaduan berbagai alat musik yang harmonis saat memainkan sebuah lagu. Untuk membangun harmonisasi itu sangat diperlukan komunikasi yang hanya bisa dijalankan jika dipimpin oleh seorang dirigen yang tepat.
Memberi kemudahan kepada nasabah juga menjadi target dalam setiap kebijakan yang diambilnya. Tak heran, Jahja yang terlahir dengan nama Tio Sie Kian lalu diubah menjadi Jahja Setiaatmadja yang berarti "Jahja putra yang setia" di usia 11 tahun, sukses melanjutkan estafet BCA sebagai Best Enterprise Achiever kategori 12 Years of Achievement Private Sector.
Sebagai bank yang melekat di hati nasabah, Jahja menambahkan dirinya selalu berkomitmen untuk memberikan kemudahan. Misalnya saja dalam hal penurunan suku bunga kredit perseroan menjadi single digit di akhir tahun ini. Saat ini, setelah menurunkan suku bunga pada kredit korporasi dan KPR, BCA tengah mengkaji kemungkinan penurunan suku bunga kredit pada segmen komersial.
Jahja yang sudah menggunakan kacamata sejak 4 SD menuturkan, saat ini, rata-rata suku bunga kredit yang diberikan BCA pada segmen korporasi sudah berada di kisaran 10,25 persen. Pada beberapa korporasi bahkan pihaknya sudah memberikan bunga kredit di kisaran 9 persen. BCA juga sudah menurunkan suku bunga pada kredit segmen kepemilikan rumah (KPR), antara lain dengan memberikan suku bunga KPR dengan bunga tetap sebesar 7,9 persen hingga tahun ketiga dan 8,9 persen untuk tahun keempat hingga keenam.
"Kami lihat ruang penurunan suku bunga masih ada, kami turunkan secara bertahap. Kredit di segmen komersial nanti juga akan kami kaji untuk penurunan suku bunganya, tetapi secara bertahap," katanya.
Terbukti berdasarkan data suku bunga dasar kredit (SBDK) perbankan pada April 2016, suku bunga yang dipatok BCA relatif lebih rendah dibandingkan bank-bank besar lainnya. Untuk kredit korporasi misalnya, BCA menetapkan bunga sebesar 10 persen, kredit ritel sebesar 10,75 persen, KPR sebesar 10,25 persen, dan kredit konsumsi non-KPR sebesar 8,63 persen.
Jahja menjelaskan penurunan suku bunga kredit yang dilakukan pihaknya pada KPR memberikan efek yang cukup signifikan pada permintaan KPR perseroan. Untuk itu, pada pertengahan tahun ini, BCA pun berencana untuk merevisi target pertumbuhan KPR perseroan pada kisaran 10-12 persen dari target semula sebesar 8-10 persen.
Komitmen lainnya dihadirkan pria yang pernah menempuh pendidikan akuntansi di Universitas Indonesia pada 1974, lewat investasi pada teknologi dan digital banking guna memberikan layanan yang lebih baik kepada nasabah BCA. Saat ini, menurutnya, BCA memiliki sebanyak 14,6 juta nasabah individu dan sekitar 150.000 perusahaan yang diharapkan tetap mengandalkan BCA dalam bertransaksi.
"Kami ingin BCA selalu bisa memenuhi kebutuhan transaksi nasabah kami, karena itu kami akan terus mengembangkan teknologi yang kami miliki," ungkapnya.
BCA yang secara resmi berdiri pada 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV, seperti diketahui sudah memiliki internet banking dan mobile banking yang memberikan kemudahan dalam bertransaksi kapan dan di mana saja.
Lebih lanjut guna memberikan kemudahan kepada pelanggannya, Jahja yang biografi hidupnya sudah dituliskan ke dalam buku Sang Dirigen Perjalanan Jahja Setiaatmadja Hingga Menjadi CEO, akan secara aktif menjajaki kerja sama dengan perusahaan-perusahaan bisnis berbasis digital untuk melayani kebutuhan transaksi keuangan. Pasalnya, perusahaan bisnis berbasis digital sangat menjanjikan.
Inovasi, diungkapkan Jahja mutlak diperlukan. Di dunia perbankan, inovasi diperlukan agar kebutuhan nasabah dapat terpenuhi secara cepat, aman dan nyaman. Bagi BCA, bank bukan lagi hanya sekadar tempat menyimpan uang, tetapi tempat yang bisa memberikan solusi bagi kebutuhan perbankan masyarakat. Karenanya BCA selalu terinspirasi untuk melakukan inovasi untuk memenuhi kemudahan transaksi perbankan nasabahnya.
"Inovasi pula yang menjadi semangat bisnis bagi BCA untuk terus memberikan kemudahan bagi nasabah," katanya.
Beberapa terobosan yang diluncurkan BCA untuk memudahkan nasabahnya, antara lain myBCA, Sakuku, dan ATM Setor Tarik dalam satu mesin. Di myBCA, akses perbankan dapat dilakukan secara digital. Mengambil lokasi di mal dengan jam buka yang fleksibel, myBCA mengikuti jam operasional mal dari jam 10 pagi sampai 10 malam, 7 hari seminggu.
Sakuku, melihat gaya hidup anak muda yang serba praktis sekarang ini, BCA pun terus terinspirasi untuk menciptakan produk baru yang sesuai. Sakuku, sebuah dompet elektronik berbentuk aplikasi di dalam smartphone.
Lalu ATM Setor Tarik ini, nasabah bisa melakukan tarik tunai, setor tunai, dan transaksi non-tunai tanpa harus berpindah mesin. Kemudahan serta kenyamanan yang dirasakan nasabah dalam bertransaksi merupakan salah satu motivasi BCA untuk terus melakukan inovasi.
Saksikan videonya di sini:
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




