Kondisi Bisnis di Triwulan III Diyakini Membaik
Jumat, 5 Agustus 2016 | 11:44 WIB
Jakarta - Nilai Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan III 2016 diprediksi sebesar 109,06. Jika melihat angka tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di Jakarta, Jumat (5/8) mengatakan bahwa kondisi bisnis secara umum diperkirakan masih membaik meskipun lebih rendah dari ITB triwulan sebelumnya yang juga mencatat angka positif 110,24.
Nilai indeks di atas 100 mencerminkan optimisme atau kondisi bisnis pada triwulan berjalan lebih baik (meningkat) dibanding triwulan sebelumnya, sedangkan di bawah 100 mencerminkan sebaliknya. Angka 100 berarti kondisi stagnan.
Kondisi bisnis di semua lapangan usaha pada triwulan III 2016 diperkirakan mengalami peningkatan, kecuali lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian (nilai ITB sebesar 98,39). Peningkatan kondisi bisnis tertinggi diperkirakan terjadi pada lapangan usaha Informasi dan Komunikasi (nilai ITB sebesar 119,58), dan peningkatan terendah diperkirakan terjadi pada lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (nilai ITB sebesar 106,17).
Sebelumnya, ITB pada triwulan II 2016 sebesar 110,24, berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan I 2016. Pelaku bisnis lebih optimistis jika dibandingkan dengan triwulan I 2016 (nilai ITB sebesar 99,46). Kondisi bisnis pada triwulan II 2016 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 114,70), kapasitas produksi/usaha (nilai indeks sebesar 113,09), maupun rata-rata jumlah jam kerja (nilai indeks sebesar 104,95).
Namun, tingkat optimisme pelaku bisnis di triwulan III-2016 diperkirakan lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan II 2016 (nilai ITB sebesar 110,24).
Optimisme pelaku bisnis pada triwulan II 2016, jelas Suryamin terjadi pada semua lapangan usaha, kecuali lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian yang mengalami penurunan (nilai ITB sebesar 96,59). Peningkatan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Informasi dan Komunikasi (nilai ITB sebesar 118,37), sedangkan peningkatan kondisi bisnis terendah terjadi pada lapangan usaha Konstruksi (nilai ITB sebesar 105,50).
Sebagai informasi, ITB adalah indikator perkembangan ekonomi usaha terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Bank Indonesia. STB dilakukan setiap triwulan di beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah sampel STB triwulan II-2016 sebesar 4.138 perusahaan besar dan sedang, dengan responden pimpinan perusahaan. ITB merupakan indeks yang menggambarkan kondisi bisnis dan perekonomian pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




