ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Cabe Rawit Picu Inflasi Maret 0,07 Persen

Senin, 2 April 2012 | 11:52 WIB
IH
B
Kenaikan harga cabai di pasar tradisional, lonjakan harga terjadi menjelang rencana pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak.FOTO : ANTARA
Kenaikan harga cabai di pasar tradisional, lonjakan harga terjadi menjelang rencana pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak.FOTO : ANTARA
Pencapaian inflasi di bulan Maret ini terutama karena kenaikan harga cabe rawit akibat kurangnya pasokan dari sentra produksi

Badan Pusat Statistik mencatat inflasi 0,07 persen pada Maret 2012 sehingga year on year mencapai 3,97 persen. Angka ini jauh lebih bagus dibanding target awal sebesra 0,42 persen.
 
"Pencapaian inflasi di bulan Maret ini terutama karena kenaikan harga cabe rawit akibat kurangnya pasokan dari sentra produksi. Kenaikan ini dialami sejak minggu I Maret," kata Kepala BPS Suryamin di Jakarta, hari ini.
 
Dari 66 kota yang diambil samplenya, terdapat 46 kota yang mengalami  kenaikan harga cabe rawit. Di Kediri tercatat mengalami kenaikan sampai  dengan 85 persen, diikuti Gorontalo sampai 84 persen. Sisanya, mengalami  kenaikan sekitar 10-15 persen.
 
Barang lain yang juga ikut memicu inflasi adalah harga cabe lainnya dan  rokok kretek filter. BPS mencatat faktor pemicu dari rokok kretek filter  disebabkan oleh kenaikan cukai rokok di 33 kota, yang tertinggi di  Tangerang 6 persen.
 
Menurut Suryamin, faktor yang menghambat kenaikan inflasi adalah beras  karena selama Maret-April ada panen raya, sehingga terjadi penurunan  harga beras di sejumlah kota. Begitu juga daging ayam ras (penurunan harga di 55 kota) dan telur ayam ras.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Begini Cara Daftar Rekrutmen Mitra BPS 2026 lewat Aplikasi Sobat BPS

Begini Cara Daftar Rekrutmen Mitra BPS 2026 lewat Aplikasi Sobat BPS

NASIONAL
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan Pemkot Tangerang

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan Pemkot Tangerang

BANTEN
BPS Tegaskan Data Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen Sudah Sesuai Standar

BPS Tegaskan Data Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen Sudah Sesuai Standar

EKONOMI
Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Konsumsi Jadi Mesin Utama

Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Konsumsi Jadi Mesin Utama

MULTIMEDIA
Naik 6,15 Persen, Ekspor Indonesia 2025 Tembus US$ 282,91 Miliar

Naik 6,15 Persen, Ekspor Indonesia 2025 Tembus US$ 282,91 Miliar

EKONOMI
BPS Kirim 510 Mahasiswa Polstat STIS Data Wilayah Bencana di Sumatera

BPS Kirim 510 Mahasiswa Polstat STIS Data Wilayah Bencana di Sumatera

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon