Feri di Merak Akan Berbahan Bakar LNG dan Solar
Selasa, 25 Juli 2017 | 18:44 WIB
Jakarta- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) hari ini menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) joint study PT ASDP Indonesia Ferry terkait pengoperasian kapal feri baru berbahan bakar ganda (dual fuel) di lintasan Merak (Banten) - Bakauheni (Lampung). Disaksikan Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim dan Direktur Utama ASDP Faik Fahmi, kesepakatan kerja sama kedua BUMN tersebut ditandatangani oleh Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan PGN Gigih Prakoso dan Direktur Teknik dan Operasional ASDP La Mane di Kantor Pusat PGN, Jalan Zainul Arifin, Jakarta Pusat, Selasa (25/7).
Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim mengatakan, melalui kesepakatan ini, kapal baru yang melintas di Merak-Bakauheni akan menggunakan dua bahan bakar dengan komposisi 70 persen Liquefied Natural Gas (LNG) dan 30 persen solar. "Dengan ini kami mendukung program kemaritiman di samping berupaya meningkatkan pemanfaatan gas bumi dari berbagai sektor, termasuk transportasi laut," kata Jobi usai menyaksikan penandatanganan kerja sama PGN-ASDP tersebut.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi menyatakan kesepakatan ASDP dengan PGN sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 Tentang Kebijakan Energi Nasional dan peraturan internasional terkait pengaturan bahan bakar gas untuk kapal, di antaranya International Maritime Organization (IMO), IGF Code, MARPOL Annex VI, International Organization for Standardization (ISO) dan ISO 28460:2010 - Installation and Equipment for LNG Ship to Shore Interface and Port Operations. "Diharapkan penggunaan bahan bakar di Merak-Bakauheni lebih efisien dan ramah lingkungan," kata Faik Fahmi.
Faik mengatakan, dengan kajian bahan bakar ganda tersebut, ke depannya PT ASDP dapat mengoperasikan kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) dengan tenaga lebih besar namun tetap efisien.
Faik mengatakan, pada tahun ini PT ASDP juga tengah melakukan percepatan aktivitas bisnis komersial yang ditargetkan rampung lima tahun mendatang.
Jobi menjelaskan, kedua BUMN memilih lintasan Merak-Bakauheni dikarenakan lintasan tersebut menghubungkan dua pelabuhan penumpang terbesar di Indonesia. Dengan kapal baru ini, PGN dan ASDP juga mendukung kebutuhan proyek dermaga eksekutif yang ditargetkan dapat beroperasi pada Agustus 2018 mendatang. "Kami berharap kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) baru berbahan bakar ganda ini akan menjadi pilot project di lintasan tersebut," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




