Aset BNI Tembus Rp 709,33 Triliun
Rabu, 17 Januari 2018 | 18:41 WIB
Jakarta - Aset PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) pada akhir 2017, untuk pertama kalinya melampaui Rp 700 triliun, tepatnya Rp 709,33 triliun atau tumbuh 17,6% dibandingkan akhir tahun 2016 yang masih mencapai Rp 603,03 triliun.
"Dengan aset ini, posisi BNI berada di nomor empat setelah BRI, Mandiri, BCA," ujar Direktur Utama BNI Achmad Baiquni di Jakarta, Rabu (17/1).
Pertumbuhan aset, jelasnya ditopang oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 516,1 triliun pada akhir tahun 2017 atau naik 18,5% (yoy) dibandingkan tahun 2016. Pertumbuhan DPK tersebut melebihi pertumbuhan DPK industri perbankan yang diperkirakan 11,0% (yoy).
"DPK tahun ini ditargetkan naik 16%. Untuk di luar negeri pertumbuhan asetnya 27%," sebutnya.
Pada tahun 2017, BNI pun mampu mempertahankan rasio CASA pada posisi 63% yang menandakan bahwa mayoritas DPK BNI merupakan dana murah. Penghimpunan dana murah yang berhasil dicapai oleh BNI tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan, yakni meliputi optimalisasi produktivitas outlet, meningkatkan fitur-fitur layanan pada e-channel, memperkuat hubungan baik dengan nasabah institusi, serta pengembangan branchless banking (layanan bank tanpa melalui outlet) melalui peningkatan jumlah agen-agen Laku Pandai BNI atau Agen46. BNI di akhir 2017 memiliki 69.859 Agen46, meningkat 38.999 agen dibandingkan akhir tahun 2016.
Terkait agenda anorganik di tahun ini, Baiquni menyiapkan anggaran Rp 3 triliun untuk rencana akuisisi bank skala menengah maupun perusahaan asuransi kerugian. Menurutnya, ada tiga hal yang menjadi patokan akuisisi yakni besaran aset, apakah bisa saling melengkapi anak usaha, dan harga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




