Bunga SBI 9 Bulan Naik 30 Bps
Kamis, 10 Mei 2012 | 18:44 WIB
Bunga stop out rate (SOR) SBI dipatok di angka 4,30 persen.
Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) untuk tenor 9 bulan sebesar 30 basis points (bps).
Kenaikan tersebut hasil lelang SBI hari ini.
Bunga stop out rate (SOR) SBI dipatok di angka 4,30 persen, naik 30 bps dari SOR SBI pada lelang sebelumnya yang dilakukan pada 12 April 2012 sebesar 4 persen.
Bunga SOR merupakan patokan teratas yang ditetapkan BI dari kisaran bid rate yang masuk dari para bank penawar. Pada lelang kali ini, kisaran bid rate tercatat sekitar 3,83 persen hingga 4,60 persen. Sedangkan pada lelang bulan lalu, kisaran bid rate tercatat sekitar 3,79 persen hingga 4,25 persen.
Sementara itu, target indikatif yang ditetapkan BI sebesar Rp 10 triliun pada lelang kali ini tidak tercapai, karena nominal penawaran yang masuk hanya Rp 9,22 triliun dari 72 bank penawar. Sedangkan nominal pemenang (likuiditas yang diserap BI ke SBI) hanya sebesar Rp 7,16 triliun.
Bulan lalu, dari target indikatif sebesar Rp 4 triliun, nominal penawaran yang masuk justru mencapai Rp 10,78 triliun dari 108 bank penawar. Namun, BI hanya menyerap (nominal pemenang) sebesar Rp 5 triliun.
Direktur Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat (PSHM) BI Difi Ahmad Johansyah mengatakan langkah BI menaikkan bunga instrumen operasi moneter sebagai sinyal otoritas moneter tersebut siap menyerap likuiditas jangka pendek yang berlebihan di tengah ekspektasi inflasi yang tinggi.
Indikator tingginya ekspektasi inflasi diikuti pelemahan nilai tukar rupiah, dan instrumen jangka menengah panjang yaitu Surat Berharga Indonesia, term deposit (TD), dan reverse repo Surat Utang Negara (SUN).
Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) untuk tenor 9 bulan sebesar 30 basis points (bps).
Kenaikan tersebut hasil lelang SBI hari ini.
Bunga stop out rate (SOR) SBI dipatok di angka 4,30 persen, naik 30 bps dari SOR SBI pada lelang sebelumnya yang dilakukan pada 12 April 2012 sebesar 4 persen.
Bunga SOR merupakan patokan teratas yang ditetapkan BI dari kisaran bid rate yang masuk dari para bank penawar. Pada lelang kali ini, kisaran bid rate tercatat sekitar 3,83 persen hingga 4,60 persen. Sedangkan pada lelang bulan lalu, kisaran bid rate tercatat sekitar 3,79 persen hingga 4,25 persen.
Sementara itu, target indikatif yang ditetapkan BI sebesar Rp 10 triliun pada lelang kali ini tidak tercapai, karena nominal penawaran yang masuk hanya Rp 9,22 triliun dari 72 bank penawar. Sedangkan nominal pemenang (likuiditas yang diserap BI ke SBI) hanya sebesar Rp 7,16 triliun.
Bulan lalu, dari target indikatif sebesar Rp 4 triliun, nominal penawaran yang masuk justru mencapai Rp 10,78 triliun dari 108 bank penawar. Namun, BI hanya menyerap (nominal pemenang) sebesar Rp 5 triliun.
Direktur Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat (PSHM) BI Difi Ahmad Johansyah mengatakan langkah BI menaikkan bunga instrumen operasi moneter sebagai sinyal otoritas moneter tersebut siap menyerap likuiditas jangka pendek yang berlebihan di tengah ekspektasi inflasi yang tinggi.
Indikator tingginya ekspektasi inflasi diikuti pelemahan nilai tukar rupiah, dan instrumen jangka menengah panjang yaitu Surat Berharga Indonesia, term deposit (TD), dan reverse repo Surat Utang Negara (SUN).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
SUMATERA UTARA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




