Forex Bodong Kembali Marak

Masyarakat Diminta Pahami Instrumen Investasi Forex

Masyarakat Diminta Pahami Instrumen Investasi Forex
SDFX selaku lembaga resmi pendidikan forex, siap membimbing orang-orang yang ingin menekuni bisnis forex. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 9 Agustus 2019 | 11:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Maraknya kasus investasi foreign exchange (forex) bodong belakangan ini membuat banyak kalangan merasa prihatin.

Terlebih, Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi mencatat hingga Juni 2019, nilai kerugian akibat investasi ilegal atau bodong di Indonesia sudah mencapai Rp 88,8 triliun atas aset yang disita. Oleh karena itu, masyarakat diminta harus paham dan mengenal seluk beluk forex terlebih dahulu sebelum berinvestasi.

Baca Juga: Kerugian Investasi Bodong Tembus Rp 88,8 Triliun

Pendiri sekolahdasarforex.com (SDFX), Hans Herwin, menyampaikan, investor forex yang tertipu tersebut sebagian besar adalah orang-orang yang tidak memahami sama sekali seluk-beluk instrumen forex alias belum belajar atau malas belajar.

"Karena tidak memahami cara kerja forex yang baik dan benar, serta tergiur dengan iming-iming keuntungan yang sangat besar, banyak investor sembarangan menyerahkan atau menitipkan dananya ke perusahaan investasi yang menjanjikan profit atau keuntungan tinggi. Itu penyakit masyarakat kita yang harus dibantu,” ujar Hans kepada Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Baca Juga: Perhatikan Hal Ini Agar Terhindar dari Investasi Bodong

Menurut Hans, untuk menghindari investasi forex bodong, kalangan investor sebaiknya mendalami ilmu dasar forex terlebih dahulu. "Sekarang ini, ada beberapa lembaga pendidikan forex yang cukup kridibe, salah satunya SDFX. Sebenarnya, passive income dari forex itu mudah dan sederhana asal mau belajar di tempat yang benar,” tambah Hans.

Head Master SDFX, Syahrir, menyampaikan, setiap investasi atau bisnis pasti terdapat risiko, besar atau kecil. "Namun, besar atau kecil risiko tesebut bisa dimitigasi dari awal, jika pebisnis memiliki pemahaman yang cukup tentang bisnisnya, termasuk bisnis forex," jelas Syahrir.

Menurut Syahrir, jika masyarakat ingin mengenali forex bodong, salah satu cirinya adalah menjanjikan jaminan fixed income dengan iming-iming profit tanpa risiko, dan biasanya ada dana yang ditahan pada periode tertentu.

"Selain itu, kita juga harus hati-hati dengan program investasi yang mengatasnamakan trading forex yang bisa memberikan keuntungan pasti secara periodik, namun sebenarnya hasil keuntungan tersebut hanyalah hasil manipulasi harga yang ada di dalam platform trading. Untuk modus ini, hanya orang yang benar-benar mengerti tentang trading forex saja yang bisa mengetahuinya,” terang Syahrir.

Namun, sambung Syahrir, bisnis forex sejatinya sangat menguntungkan jika ditekuni dan dijalankan dengan benar serta tidak cepat tergiur dengan iming-iming keuntungan yang fantastis dalam waktu dekat.

"SDFX selaku lembaga resmi pendidikan forex siap membimbing orang-orang yang ingin menekuni bisnis forex dari dasar hingga mahir, untuk bisa memiliki passive income secara mandiri," pungkas Syahrir.



Sumber: BeritaSatu.com