2020, Layanan First Media Diperluas Ke 7 Kota Baru

2020, Layanan First Media Diperluas Ke 7 Kota Baru
Presiden Direktur & CEO PT Link Net Tbk (First Media) Marlo Budiman saat peluncuran produk First Klaz di Kantor Walikota Jakarta Barat, Selasa (19/11/2019). First Klaz merupakan sebuah solusi terpadu untuk edukasi, yang terdiri dari layanan sistem manajemen pembelajaran (LMS) berbasis web dan aplikasi, konten e-learning, dan layanan konektivitas pendukung yang handal. ( Foto: beritasatu photo / mohammad defrizal )
Herman / MPA Jumat, 6 Desember 2019 | 16:44 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - PT Link Net Tbk (LINK) dengan brand First Media berencana memperluas wilayah operasionalnya ke sejumlah kota di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Presiden Direktur dan CEO Link Net, Marlo Budiman, menyampaikan, saat ini layanan First Media sudah hadir di 16 kota di wilayah Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Solo, Semarang, Cilegon, Serang, Bali, Malang, Batam, dan Medan. Pada 2020 mendatang, layanan First Media akan diperluas ke tujuh kota baru yaitu Yogyakarta, Purwakarta, Cikampek, Tegal, Cirebon, Madiun, dan Kediri.

“First Media akan terus mengembangkan jaringan-jaringan kami, khususnya di Pulau Jawa. Kami sudah ada di 16 kota, dan tahun depan akan hadir di tujuh kota baru,” kata Marlo Budiman, di acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Link Net Tbk dengan BenihBaik.com untuk menyediakan jaringan internet gratis bagi sekolah-sekolah, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Marlo menambahkan, saat ini layanan First Media sudah menjangkau sekitar 2,46 juta home passed dengan target pertumbuhan 250.000 home passed per tahun.

“Tahun depan, kami akan menargetkan hal yang sama, minimal penambahan 250.000 home passed. Tahun ini kami menyiapkan capex sekitar Rp 1,7 triliun, dan untuk tahun depan minimal Rp 1,5 triliun untuk mendukung ekspansi tersebut,” kata Marlo.

Untuk jumlah pelanggan yang menggunakan layanan TV cable dan internet, tahun ini ada penambahan sekitar 70.000 pelanggan, sehingga totalnya mencapai 650.000 pelanggan. “Untuk tahun depan, kami juga menargetkan pertumbuhan net subscribers sekitar 11%-12%,” tambah Marlo.



Sumber: Suara Pembaruan