Dirut RRI Terpilih Jadi Presiden AIBD
Minggu, 29 Juli 2012 | 13:44 WIB
Selama 38 tahun, baru sekarang orang Indonesia dipercaya dan terpilih menjadi Presiden AIBD
Direktur Utama RRI Niken Widiastuti terpilih menjadi Presiden "Asia Pacific Institute for Broadcasting Development" (AIBD) melalui mekanisme pemungutan satu negara satu suara pada AIBD General Conference di Kathmandu, Nepal.
"Selama 38 tahun, baru sekarang orang Indonesia dipercaya dan terpilih menjadi Presiden AIBD," kata Niken dalam pesan elektronik, hari ini.
Menurut Niken, yang menjadi anggota AIBD saat ini bukan lagi radio televisi se-Asia Pasifik, tetapi juga lembaga-lembaga internasional.
"Sebelum menjadi Presiden AIBD, saya masuk dalam tim Strategic Plan AIBD yang menyususn platform kebijakan penyiaran internasional," ujar Niken.
Platform kebijakan tersebut, lanjut Niken, menyangkut konten sesuai isu global, regional dan lokal, perkembangan teknologi digital, konvergensi dan sosial media, manajemen dan bisnis.
"Selain bergabung dalam tim Strategic Plan, saya juga anggota tim yang membahas Deklarasi Bangkok 2003+10 yang secara resmi mulai diberlakukan setelah konferensi besar tersebut," ungkap Niken.
AIBD adalah lembaga nirlaba yang didirikan oleh para menteri penerangan di seluruh kawasan Asia Pasifik sejak 38 tahun yang lalu.
Sementara itu, konferensi besar AIBD yang berlangsung di Kathmandu, Nepal mulai 25 hingga 27 Juli 2012 tersebut diikuti oleh lebih dari 40 negara.
Direktur Utama RRI Niken Widiastuti terpilih menjadi Presiden "Asia Pacific Institute for Broadcasting Development" (AIBD) melalui mekanisme pemungutan satu negara satu suara pada AIBD General Conference di Kathmandu, Nepal.
"Selama 38 tahun, baru sekarang orang Indonesia dipercaya dan terpilih menjadi Presiden AIBD," kata Niken dalam pesan elektronik, hari ini.
Menurut Niken, yang menjadi anggota AIBD saat ini bukan lagi radio televisi se-Asia Pasifik, tetapi juga lembaga-lembaga internasional.
"Sebelum menjadi Presiden AIBD, saya masuk dalam tim Strategic Plan AIBD yang menyususn platform kebijakan penyiaran internasional," ujar Niken.
Platform kebijakan tersebut, lanjut Niken, menyangkut konten sesuai isu global, regional dan lokal, perkembangan teknologi digital, konvergensi dan sosial media, manajemen dan bisnis.
"Selain bergabung dalam tim Strategic Plan, saya juga anggota tim yang membahas Deklarasi Bangkok 2003+10 yang secara resmi mulai diberlakukan setelah konferensi besar tersebut," ungkap Niken.
AIBD adalah lembaga nirlaba yang didirikan oleh para menteri penerangan di seluruh kawasan Asia Pasifik sejak 38 tahun yang lalu.
Sementara itu, konferensi besar AIBD yang berlangsung di Kathmandu, Nepal mulai 25 hingga 27 Juli 2012 tersebut diikuti oleh lebih dari 40 negara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




